Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis paru di Poliklinik Paru RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Maizal, Firsty
Advisor:
Liza, Fera
Ramayani, Shinta
Ramayani, Shinta
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Tuberkulosis paru.
DOI:
-
Abstract :
Tuberkulosis paru adalah penyakit radang parenkim paru karna infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis paru di Poliklinik paru RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada bulan November s/d Desember tahun 2014.Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampe lpenelitian sebanyak 65 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.Uji statistic adalahChi Square dengannilai P=0,05. Hasil penelitian didapatkan (43,1%) pasien di poliklinik paru RSUD Dr. Achmad Muchtar Bukittinggi berpengetahuan rendah, (53,8%) pasien dengan status gizi kurang, (50,8%) pasien dengan status ekonomi rendah, (61,5%) pasien tidak memiliki kebiasaan merokok. Ada hubungan antara pengetahuan, status gizi, social ekonomi dan kebiasaan merokok. Hubungan pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis Paru dengan nilai p = 0,042. Hubungan antara status gizi dengan kejadian tuberculosis paru dengan p = 0,001 dan OR = 6,769, hubungan antara social ekonomi dengan kejadian tuberculosis paru dengan p = 0,000 dan OR = 8,667 dan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian tuberculosis paru dengan p = 0,015 dan OR = 4,148. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, status gizi, social ekonomi dan kebiasaan merokok. Diharapkan kepada pihak RSUD Dr. Achmad Muchtar khususnya tenaga kesehatan di poliklinik paru untuk dapat lebih meningkatkan pelayanan serta penyuluhan kepada pasien tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru, agar pengetahuan masyarakat dapat ditingkatkan dan termotivasi untuk berperilaku sehat dan menghindarkan diri dari faktor resiko Tuberkulosis Paru.