Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Balita Di Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2014

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Herryanto, Hendra
Advisor:
Oktavianis
Delfatmawati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
ISPA, Status Gizi, Imunisasi, Perilaku Merokok.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia, ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien pada sarana kesehatan. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2011, Prevalensi kejadian ISPA di Kabupaten Solok berdasarkan diagnosis dan gejala kesehatan adalah 16,26%.. Prevalensi kejadian ISPA pada tahun 2013, angka kesakitan ISPA mencapai 1.908 dan meningkat tajam pada tahun 2014 sebanyak 4.545 balita. Faktor resiko ISPA adalah Merokok, Status Gizi dan Status Imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian insfeksi saluran pernafasan akut pada balita di Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2014 Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Singkarak pada tanggal 5 19 Januari 2015. Dari populasi 904 balita, ditentukan sampel sebanyak 91 balita, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penimbangan berat badan dan dianalisis dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Dari hasil analisa data didapatkan 79,1% balita mempunyai status gizi baik, 53,8% balita mempunyai status imunisasi tidak lengkap, 57,1% keluarga mempunyai perilaku merokok dan 54,9% balita terdiagnosa menderita ISPA. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan bermakna antara status gizi (p=0,035 ; OR=3,96), status imunisasi (p=0,001 ; OR=8,63) dan perilaku merokok keluarga (p=0,003 ; OR=4,01) Dapat disimpulkan bahwa status gizi, imunisasi dan perilaku merokok berhubungan dengan terjadinya ISPA. Diharapkan petugas kesehatan khususnya para kader posyandu dan orang tua balita lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya meningkatkan status gizi balita, perlu dilakukan tindakan antisipatif agar tidak terjadi penurunan status kesehatan menjadi kondisi yang lebih parah.
Download From Google Drive