Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Di Jorong Bonjo Alam Kec. Ampek Angkek Bukittinggi Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Asyura, Yona
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
StatusGizi Balita.
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) kematian Bayi di Bawah Lima Tahun (BALITA) lebih dari 50% akibat menderita gizi buruk atau kekurangan gizi, oleh karena itu menurunkan kejadian gizi kurang berarti menurunkan angka kematian pada BALITA.WHO juga memperkirakan bahwa 54 persen kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apa saja faktorfaktor yang berhubungan dengan status gizi balitadi Jorong Bonjo Alam Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik. Penelitian di desain secara pendekatan Cross Sectional. Variable dalam penelitian ini variable dependen yaitu status gizi balita dan variable independen yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu, dukungan keluarga, dan pola asuh orang tua. Populasi dalam penelitian sebnyak 68 orang dan teknik sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling didapatkan sampel sebanyak 40 orang dan data di dapatkan dengan menggunakan kuisioner. Untuk dapat melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita dilakukan dengan uji chi-square dengan batas bermakna <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian30 orang dengan status gizi baik, lebih dari sebagian 25 orang dengan tingkat pengetahuan tinggi, lebih sebagian 24 orang dengan sikap ibu tinggi, lebih dari sebagian 24 orang yang memiliki dukungan keluarga, lebih dari sebagian 21 orang memiliki pola asuh rendah. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita ( p = 0,002). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan status gizi balita ( p = 0,159). Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan kelurga dengan status gizi balita ( p = 0,0005). Terdapat hubungna yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan status gizi balita ( p = 0,001). Berdasarkan hal diatas diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan program terkait peningkatan status gizi balita. Dari hasil penelitian ini di dapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang segnifikan antara pengetahuan ibu, dukungan keluarga, pola asuh orang tua dengan status gizi balita. Berdasarkan hal diatas diharapkanbagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan program terkait peningkatan status gizi balita.