Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Praktek Kesehatan Reproduksi Remaja Di Jorong Ampang Gadang Kabupaten Agam Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Oktaviani, Reffi
Advisor:
Mardiah, Ainal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Praktek Kesehatan Reproduksi Remaja.
DOI:
-
Abstract :
Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan. Dari hasil survei awal yang peneliti lakukan di Jorong Ampang Gadang, masih ada remaja yang kurang memahami tentang praktek kesehatan reproduksi yang baik, tentunya hal tersebut dapat berdampak pada remaja seperti tidak pahamnya remaja tentang alat reproduksinya, bahkan bisa menyebabkan terjadinya aborsi, KTD,PMS, dan prilaku seksual yang menyimpang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan praktek kesehatan reproduksi remaja di Jorong Ampang Gadang Kabupaten Agam tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dan sampel adalah remaja di Jorong Ampang Gadang yang memenehi kriteria. Dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner, uji statistic dengan menggunakan rumus Chi Square untuk pengolahan data. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret April 2015. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang mempunyai hubungan dengan praktek kesehatan reproduksi remaja adalah pengetahuan (p = 0,000 ; OR = 17,000), sikap (p = 0,000 ; OR = 14,786), peran orangtua (p = 0,000 ; OR = 9,000), teman sebaya ( p = 0,011 ; OR = 4,381). yang tidak berhubungan dengan praktek kesehatan reproduksi remaja adalah akses informasi ( p = 0,271 ; OR = 2,647), peran guru (p = 0,097 ; OR = 2,556) Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, peran orangtua, peran teman sebaya dengan praktek kesehatan reproduksi remaja, dan tidak ada hubungan antara akses informasi, dan peran guru dengan praktek kesehatan reproduksi remaja. Diharapkan kepada remaja agar lebih meningkatkan pengetahuan nya tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat melakukan praktek kesehatan reproduksi yang baik.