Hubungan Sarana Prasarana dan Kompetensi Bidan Dengan Kualitas Pelayanan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Menurut Pengguna Pelayanan Kesehatan Di Kenagarian Ampang Gadang Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Wulandari, Ayu
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Sarana Prasarana, Kompetensi Bidan, Kualitas Pelayanan, PersalinanPengguna Pelayanan Kesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi sangat mempengaruhi yaitu kepatuhan Antenatal Care ibu dalam memilih penolong persalinan. Sesuai dengan penelitian Jekti (2011) tentang hubungan antara kepatuhan Antenatal Care dengan pemilihan penolong persalinan dimana, ibu yang tidak patuh melakukan Antenatal Care lebih suka memilih dukun sebagai penolong persalinan. Sebaliknya ibu yang patuh melakukan Antenatal Care akan memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sarana dan Kompetensi Bidan dengan kualitas pelayanan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menurut pengguna pelayanan kesehatan di Kenagarian Ampang Gadang tahun 2015, waktu penelitian dilaksanakan di bulan januari sampai februari tahun 2015. Jenis penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah secara total sampling. Dimana populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi berusia 0-11 bulan, dengan sampel 30 orang. Pengumpulan data dengan kusioner, pengolahan data dengan komputerisasi dan Analisa data dengan teknik Univariat. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 18 kompetensi bidan yang sesuai Standard Operating Procedures ada 6 (33.3%) kualitas pelayanan kesehatan yang tidak baik dan dari 12 kompetensi bidan yang tidak sesuai Standard Operating Procedures ada 2 ( 16.7%) kualitas pelayanan kesehatan yang baik. Hasil uji statistic kompetensi bidan diperoleh nilai p = 0,021, Odds Ration = 10. Sarana p = 0,021, nilai Odds Ration = 0.333. Berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi bidan yang tidak sesuai Standard Operating Procedures menyebabkan kualita pelayanan pertolongan yang kurang baik.