Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack.) Pada...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack.) Pada Tikus Putih Galur Wistar

Penulis
Selsi Septina Dewita
Pembimbing
Miming Andika
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Padang, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Penggunaan obat tradisional di Indonesia semakin meningkat karena dianggap lebih aman, murah, dan mudah diperoleh, namun sebagian besar tanaman obat belum memiliki data toksisitas yang memadai sehingga aspek keamanannya masih diragukan. Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah kantong semar (Nepenthes ampullaria Jack.), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, dan fenolik dengan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Meski demikian, data mengenai keamanan penggunaan jangka panjangnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas subkronis ekstrak etanol kantong semar pada tikus putih galur Wistar, menentukan rentang dosis toksik, serta menilai pengaruhnya terhadap histopatologi hati dan ginjal. Penelitian eksperimental dilakukan dengan empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol, dosis 600 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi perilaku, berat relatif organ (hati, ginjal, paru-paru, lambung, jantung, limpa, dan usus), serta gambaran histopatologi hati dan ginjal. Analisis data menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek dosis-respons, dengan gejala ringan berupa perubahan bulu dan gangguan tidur pada dosis rendah hingga diare persisten, kelemahan tubuh, dan reaksi alergi pada dosis tinggi. Berat relatif organ menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,05). Histopatologi memperlihatkan kondisi normal pada dosis 600 mg/kgBB, sedangkan degenerasi dan nekrosis ringan pada hati serta ginjal terjadi pada dosis 1000 mg/kgBB. Dengan demikian, ekstrak etanol kantong semar berpotensi menimbulkan toksisitas subkronis pada dosis tinggi, sedangkan pada dosis rendah relatif aman. Abstract (EN): The use of traditional medicine in Indonesia is increasing because it is considered safer, cheaper, and easier to obtain. However, most medicinal plants lack adequate toxicity data, thus raising doubts about their safety. One widely used plant is the pitcher plant (Nepenthes ampullaria Jack.), which is known to contain bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, and phenolics with antioxidant, anti- inflammatory, and antimicrobial potential. However, data regarding the safety of its long-term use is still very limited. This study aimed to evaluate the subchronic toxicity of ethanol extract of pitcher plant in Wistar white rats, determine the toxic dose range, and assess its effect on liver and kidney histopathology. The experimental study was conducted with four treatment groups, namely control, doses of 600 mg/kgBW, 800 mg/kgBW, and 1000 mg/kgBW. Parameters observed included behavior, relative organ weights (liver, kidney, lung, stomach, heart, spleen, and intestine), and histopathological features of the liver and kidneys. Data analysis used SPSS 20. The results showed a dose-response effect, with mild symptoms such as fur changes and sleep disturbances at low doses to persistent diarrhea, body weakness, and allergic reactions at high doses. Relative organ weights showed significant differences between groups (p < 0.05). Histopathology showed normal conditions at a dose of 600 mg/kgBW, while mild degeneration and necrosis in the liver and kidneys occurred at a dose of 1000 mg/kgBW. Thus, the ethanol extract of the pitcher plant has the potential to cause subchronic toxicity at high doses, while it is relatively safe at low doses.

Kata Kunci

Kantong semar (Nepenthes ampullaria Jack.) ekstrak etanol toksisitas subkronis berat relatif organ histopatologi hati histopatologi ginjal.