Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Biji Kopi Robusta (coffea canephora) Dan Histopatologi Hepar Pada Mencit Putih Jantan
- Penulis
- Natasya Febrian Adha
- Pembimbing
- Miming Andika
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Biji kopi robusta (Coffea canephora.) digunakan sebagai alternatif dalam mengobati penyakit karena memiliki efek sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetes hingga menurukan risiko kanker.Uji keamanan terhadap obat herbal dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat biji kopi robusta (Coffea canephora) berdasarkan jumlah kematian LD50 dengan metode Thomsone weil , batas keamanan dosis dan pengaruhnya terhadap histopatologi hepar pada mencit putih jantan (Mus musculus). Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi ke dalam 5 kelompok diberikan fraksi etil asetat secara oral dengan dosis bertingkat sesuai metode Thompson dan Weil, yaitu 0 (kontrol), 4 mg/kgBB, 40 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 4000 mg/kgBB. dilakukan selama 14 hari untuk mengamati gejala klinis dan kematian. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya kematian pada seluruh kelompok uji, sehingga nilai LD50 fraksi etil asetat biji kopi robusta 4000 mg/kgBB dan tergolong dalam kategori tidak toksik secara akut, pada perubahan berat badan menunjukan hasil analisis >0,05 menunjukan tidak adanya perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan dan kontrol negatif.Namun, hasil analisis histopatologi hati menunjukkan adanya kerusakan jaringan. Pada dosis 40 mg/kgBB ditemukan kerusakan minimal. Sedangkan pada dosis 400 mg/kgBB dan dosis 4000 mg/kgBB ditemukan kerusakan hepar sedang hingga berat.dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bersifat tidak toksik secara akut namun, konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.