Uji toksisitas akut ekstrak daun matoa (pometia pinnata) terhadap histopatologi hati mencit putih Jantan.
- Penulis
- ifra Fauziah
- Pembimbing
- Miming Andika
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Tanaman obat merupakan bahan alam yang dikembangkan sebagai obat tradisional. Daun matoa (Pometia pinnata) telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Papua, karena daun matoa mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas farmakologis, sebagai antioksidan, dan antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut ekstrak etanol 70% daun matoa terhadap mencit putih jantan berdasarkan nilai LD50, gejala toksik, perubahan berat badan, serta pengaruhnya terhadap gambaran histopatologi hati. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu satu kelompok kontrol dan lima kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 24 mg/kgBB, 144 mg/kgBB, 864 mg/kgBB, 2592 mg/kgBB, dan 5184 mg/kgBB. Ekstrak diberikan secara oral satu kali pada hari pertama, dilakukan pengamatan selama 14 hari terhadap gejala klinis, perubahan berat badan, dan dilakukan analisis histopatologi hati pada akhir uji. Nilai LD50 dihitung berdasarkan persentase kematian dan gejala toksik, serta dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA. Hasil menunjukkan tidak ditemukan kematian pada semua kelompok perlakuan hingga dosis tertinggi (5184 mg/kgBB), sehingga ekstrak daun matoa digolongkan sebagai tidak toksik secara akut (LD50 > 5000 mg/kgBB). Gejala toksik ringan seperti tremor, sesak nafas, dan teang muncul sementara tidak menimbulkan efek sistemik berat. Hasil histopatologi hati tidak menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada struktur hati, hanya ditemukan perubahan ringan pada dosis tinggi. tidak menunjukkan efek toksik akut yang signifikan terhadap mencit putih jantan hingga dosis 5184 mg/kgBB, serta aman berdasarkan parameter nilai LD50 dan hasil dari SPSS menunjukan nilai dari organ hati 0,831 menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan P≤0,05 pada berat organ hati. Abstract (EN): Medicinal plants are natural substances developed as traditional medicines. Matoa leaves (Pometia pinnata) have been used traditionally by the Papuan people because they contain flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and terpenoids, which have pharmacological, antioxidant, and antihypertensive properties. This study aimed to evaluate the acute toxicity of 70% ethanol extract of matoa leaves on male white mice based on LD50 values, toxic symptoms, changes in body weight, and its effect on liver histopathology. The study was conducted experimentally using 24 male white mice divided into six groups, namely one control group and five treatment groups with extract doses of 24 mg/kgBW, 144 mg/kgBW, 864 mg/kgBW, 2592 mg/kgBW, and 5184 mg/kgBW. The extract was administered orally once on the first day, and observations were made for 14 days on clinical symptoms and weight changes, and histopathological analysis of the liver was performed at the end of the test. The LD50 value was calculated based on the percentage of mortality and toxic symptoms and analyzed statistically using ANOVA. The results showed no mortality in all treatment groups up to the highest dose (5184 mg/kgBW), so matoa leaf extract was classified as acutely non-toxic (LD50 > 5000 mg/kgBW). Mild toxic symptoms such as tremors, shortness of breath, and teang appeared temporarily but did not cause severe systemic effects. Histopathological results of the liver showed no significant damage to the liver structure, with only minor changes found at high doses. There were no significant acute toxic effects on male white mice up to a dose of 5184 mg/kgBW, and it was safe based on the LD50 parameter and the results from SPSS showing a liver organ value of 0.831, indicating no significant difference P≤0.05 in liver organ weight.