Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Uji Karakterisasi Dan Aktivitas Antikanker Payudara (MCF-7) Dari Ekstrak Kulit K...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Uji Karakterisasi Dan Aktivitas Antikanker Payudara (MCF-7) Dari Ekstrak Kulit Kau Bajakah Tempala (Spatholobus Littoralaris Hassk).

Penulis
Haris Munandar
Pembimbing
Nanda
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kandungan fitokimia, toksisitas, serta aktivitas antikanker dari ekstrak etanol kulit kayu bajakah. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukan uji fitokimia untuk mengidentifikasi metabolit sekunder, serta pengujian parameter nonspesifik berupa kadar air pada ekstrak kulit kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) sebesar 9,37%. Semakin rendah kadar air dalam suatu sampel, maka kualitasnya akan semakin baik. Hal ini disebabkan karena kadar air yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi dan memperpendek masa simpan sampel (Maryam et al., 2023). Dan kadar abu untuk mengetahui mutu ekstrak hasil kadar abu ekstrak kulit kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) yaitu sebesar 6,29%. Dari hasil yang di dapatkan bahwa ekstrak kulit kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia 2017 yaitu tidak lebih dari 10%. Aktivitas toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), sedangkan uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan dengan metode WST-8. Selain itu, analisis karakterisasi kandungan ekstrak mengunakan LC-HRMS untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak. Uji BSLT menghasilkan nilai LC50 1244 μg/mL yang termasuk kategori tidak toksik. Hasil uji sitotoksik terhadap sel MCF-7 juga menunjukkan nilai IC50 yang tergolong aktif 59,566 μg/mL, menandakan adanya kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Analisis LC- HRMS memperkuat hasil tersebut dengan teridentifikasinya senyawa bioaktif yang berperan dalam aktivitas Antikanker Payudara MCF-7 diantaranya Formononetin, Isovanilic Acid, Betaine. Abstract (EN): Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) is a traditional medicinal plant believed to have properties for treating various diseases, including cancer. This study was conducted to evaluate the phytochemical content, toxicity, and anticancer activity of the ethanol extract of bajakah bark. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. Phytochemical screening was then conducted to identify secondary metabolites, along with non-specific parameter tests such as moisture content, which was found to be 9.37% in the bajakah bark extract. A lower moisture content generally indicates better sample quality, as high moisture levels can promote microbial growth, increasing the risk of contamination and reducing shelf life (Maryam et al., 2023). The ash content, used to assess the extract’s quality, was 6.29%, which complies with the standards of the Indonesian Herbal Pharmacopeia 2017 (maximum 10%). Toxicity activity was tested using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, while cytotoxic activity against MCF-7 breast cancer cells was evaluated using the WST-8 method. Additionally, extract characterization was performed using LC-HRMS to identify the bioactive compounds present in the extract. The BSLT test yielded an LC50 value of 1244 μg/mL, categorized as non-toxic. Meanwhile, the cytotoxic test on MCF-7 cells showed a highly active IC50 value of 59,566 μg/mL, indicating the extract’s potential to inhibit cancer cell growth. LC-HRMS analysis supported these findings by identifying bioactive compounds potentially responsible for the anticancer activity against MCF-7 cells, including Formononetin, Isovanillic acid, and Betaine.

Kata Kunci

Bajaka Spatholobus Littoralis Hassk Ekstrak Etanol Toksisitas Antikanker.