Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Metanol, N-Heksan dan Etil Asetat...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Metanol, N-Heksan dan Etil Asetatdaun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Terhadap Staphylococus Aureus.

Penulis
Alisya
Pembimbing
Evi Hasnita
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik konvensional, seperti klindamisin. Tanaman daun kerinyuh (Chromolaena odorata L.) dikenal mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ektrak metanol dan fraksi metanol, n-heksan, dan etil asetat daun kerinyuh terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 7,5%, 15%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan ketiga fraksi menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat bervariasi. ekstrak metanol 30% menunjukkan zona hambat terbesar dengan rata- rata 12,95 mm, sementara kontrol positif (klindamisin 0,6%) menghasilkan zona hambat sebesar 29,05 mm. Berdasarkan kategori, aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun kerinyuh termasuk dalam kategori sedang. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif utama pada ekstrak metanol dan fraksi metanol dan etil asetat yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini membuktikan bahwa daun kerinyuh memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami alternatif terhadap Staphylococcus aureus. Abstract (EN): Infection by Staphylococcus aureus bacteria is a common health problem that can cause resistance to conventional antibiotics, such as clindamycin. The kerinyuh plant (Chromolaena odorata L.) is known to contain secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids that have potential antibacterial properties. This study aims to determine the antibacterial activity of methanol extracts and methanol, n-hexane, and ethyl acetate fractions of Chromolaena odorata L. leaves against the growth of Staphylococcus aureus. Extraction was performed using the maceration method, followed by fractionation using the liquid-liquid extraction method. The antibacterial activity test was conducted using the disk diffusion method at concentrations of 7.5%, 15%, and 30%. The results showed that the extract and the three fractions exhibited antibacterial activity with varying inhibition zones. The 30% methanol extract showed the largest inhibition zone with an average of 12.95 mm, while the positive control (0.6% clindamycin) produced an inhibition zone of 29.05 mm. Based on the category, the antibacterial activity of the extract and fractions of kerinyuh leaves falls into the moderate category. Phytochemical screening results indicated the presence of primary active compounds in the methanol extract and methanol and ethyl acetate fractions that act as antibacterial agents. This study demonstrates that kerinyuh leaves have potential as an alternative natural antibacterial source against Staphylococcus aureus.

Kata Kunci

Chromolaena odorata antibakteri fraksinasi Staphylococcus aureus zona hambat