Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Cover Uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi beras hitam(Oryza sativa L. indica) menggunakan metode H2O2(Hydrogen peroxide).
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Uji aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi beras hitam(Oryza sativa L. indica) menggunakan metode H2O2(Hydrogen peroxide).

Penulis
Muhammad Yassin Fajri
Pembimbing
Yulia Yesti
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang kaya metabolit sekunder, terutama antosianin, flavonoid, alkaloid, dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif, sehingga berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol beras hitam serta fraksinya (n-heksana, etil asetat, dan air) menggunakan metode penangkapan radikal bebas hidrogen peroksida (H2O2) dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Simplisia beras hitam diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% melalui metode maserasi, kemudian difraksinasi bertingkat menggunakan n-heksana, etil asetat, dan air. Selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder, serta uji aktivitas antioksidan dengan pengukuran persen inhibisi dan nilai IC50 yang dianalisis secara komparatif antar fraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing fraksi memiliki kandungan metabolit sekunder berbeda, di mana fraksi n-heksana cenderung mengandung alkaloid dan terpenoid, sedangkan fraksi etil asetat kaya akan flavonoid dan fenolik. Aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh fraksi etil asetat dengan nilai IC50 mendekati vitamin C, sementara fraksi n-heksana memiliki aktivitas paling rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa beras hitam berpotensi dikembangkan sebagai bahan fitofarmaka sumber antioksidan, khususnya melalui pemanfaatan fraksi etil asetat, dan hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan obat tradisional berbasis tanaman sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam lokal. Abstract (EN): Black rice (Oryza sativa L. indica) is a local food commodity rich in secondary metabolites, especially anthocyanins, flavonoids, alkaloids, and phenolic compounds that have the potential as a source of natural antioxidants. Antioxidants play an important role in neutralizing free radicals that can trigger oxidative stress, thus being associated with various degenerative diseases such as cancer, diabetes, and cardiovascular disorders. This study aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract of black rice and its fractions (n-hexane, ethyl acetate, and water) using the hydrogen peroxide (H2O2) free radical scavenging method with vitamin C as a positive control. Black rice simplicia was extracted using 96% ethanol solvent through the maceration method, then fractionated in stages using n-hexane, ethyl acetate, and water. Furthermore, phytochemical screening was carried out to identify secondary metabolite groups, as well as antioxidant activity testing by measuring the percentage of inhibition and IC50 values which were analyzed comparatively between fractions. The results showed that each fraction contained different secondary metabolites, where the n-hexane fraction tended to contain alkaloids and terpenoids, while the ethyl acetate fraction was rich in flavonoids and phenolics. The highest antioxidant activity was shown by the ethyl acetate fraction with an IC50 value close to vitamin C, while the n-hexane fraction had the lowest activity. Thus, it can be concluded that black rice has the potential to be developed as a phytopharmaceutical source of antioxidants, especially through the utilization of the ethyl acetate fraction, and the results of this study are expected to provide scientific contributions to the development of plant-based traditional medicines while encouraging the utilization of local natural resources.

Kata Kunci

Beras hitam Oryza sativa L. fraksinasi fitokimia antioksidan H2O2.