Uji Aktivitas Analgetik Kombinasi Infusa Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata) Dan Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa) Pada Mencit Putih Jantan Dengan Metode Writhing Test
- Penulis
- Tiara Julia Sumarlin
- Pembimbing
- Miming Andika
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Nyeri merupakan respon fisiologis akibat adanya rangsangan yang merusak jaringan dan membutuhkan penanganan farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satu alternatif pengembangan obat analgetik berbahan alam adalah melalui pemanfaatan daun kirinyuh (Chromolaena odorata) dan umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa). Kedua tanaman tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berpotensi memberikan efek analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik infusa daun kirinyuh, umbi bawang dayak, serta kombinasi keduanya terhadap mencit putih jantan dengan menggunakan metode writhing test. Simplisia masing- masing ditimbang sebanyak 25 gram, dimasukkan ke dalam beaker glass 500 mL, lalu ditambahkan 100 mL aquades. Perebusan dilakukan pada suhu 90°C selama 15 menit dengan sesekali pengadukan. Kombinasi infusa dibuat dengan perbandingan 1:1 (12,5 gram : 12,5 gram). Hewan uji dibagi ke dalam 6 kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (asam mefenamat 500 mg, 0,2 mL), kontrol pembanding, infusa daun kirinyuh, infusa umbi bawang dayak, dan kombinasi infusa. Amati jumlah geliat yang muncul setiap 5 menit selama 30 menit setelah induksi nyeri dengan asam asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun kirinyuh, umbi bawang dayak, maupun kombinasi keduanya mampu menurunkan jumlah geliat mencit dibandingkan kontrol negatif. Kombinasi infusa memberikan aktivitas analgetik yang lebih tinggi dibandingkan pemberian tunggal, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa infusa kombinasi daun kirinyuh (Chromolaena odorata) dan umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa) memiliki aktivitas analgetik pada mencit putih jantan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat herbal analgetik. Abstract (EN): Pain is a physiological response resulting from stimuli that damage tissue and requires both pharmacological and non-pharmacological management. One alternative for developing natural analgesic drugs is through the use of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata) and dayak onion bulbs (Eleutherine bulbosa). Both plants contain secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, and saponins, which have potential analgesic effects. This study aimed to determine the analgesic activity of the infusions of kirinyuh leaves, dayak onion bulbs, and their combination in male white mice using the writhing test method. Each simplicia sample was weighed 25 grams and placed into a 500 mL beaker glass, then 100 mL of distilled water was added. The mixture was boiled at 90°C for 15 minutes with occasional stirring. The combined infusion was prepared at a 1:1 ratio (12.5 g : 12.5 g). The test animals were divided into six groups: negative control (0.5% Na-CMC), positive control (mefenamic acid 500 mg, 0.2 mL), comparative control, kirinyuh leaf infusion, dayak onion infusion, and the combined infusion. The number of writhing responses was observed every 5 minutes for 30 minutes after pain induction using acetic acid. The results showed that the infusions of kirinyuh leaves, dayak onion bulbs, and their combination reduced the number of writhing responses in mice compared to the negative control. The combined infusion demonstrated higher analgesic activity compared to single infusions, although still lower than the positive control. It can be concluded that the infusion combination of kirinyuh leaves (Chromolaena odorata) and dayak onion bulbs (Eleutherine bulbosa) exhibits analgesic activity in male white mice and has potential to be developed as a herbal analgesic candidate.