Perbedaan Tingkat Nyeri Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Region Metatarsalphalangeal Joint Di Posyandu Lansia Pulau Belibis Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2015
- Penulis
- Mia Anggraini
- Pembimbing
- Reza Olyverdi
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 17 April 2017
Abstrak
Prevalensi Rheumatoid Arthtritis di Indonesia berdasarkan Perhimpunan Rheumatodologi Indonesia tahun 2014 mencapai 31,3 % dari populasi. Di Kota Solok, jumlah penderita rheumatoid arthtritis di tahun 2014 merupakan yang tertinggi menempati urutan ke 2 dari 10 penyakit terbanyak di kota Solok. Rheumatoid arthtritis dapat dicegah dengan dengan melakukan latihan fisik/ senam. Senam lansia adalah olah raga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan, yang dapat diterapkan pada lansia. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh lansia agar tetap bugar dan tetap segar, karena senam lansia mampu melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja secara optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah senam lansia di Posyandu Lansia Pulau Belibis Kelurahan Tanjung Paku wilayah kerja Puskemas Tanjung Paku Kota Solok. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistik t test dependen penelitian telah dilakukan pada tanggal 09 sampai 31 Mei 2015 dan populasi adalah seluruh penderita rheumatoid arthtritis region metatarsalphalangeal joint di Posyandu Lansia Pulau Belibis Kelurahan Tanjung Paku wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku yang berjumlah 22 orang dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri VAS (Visual Analog Scale) serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan senam dengan penurunan nyeri dengan p value = 0,05, dengan rata – rata nyeri sebelum intervensi 6,70 dan rata – rata nyeri setelah intervensi 2,30 dapat disimpulkan adanya pengaruh senam dengan penurunan nyeri. Dengan adanya perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah senam lansia pada lansia penderita rheumatoid arthtritis region metatarsalphalangeal joint diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan senam lansia minimal 2 kali dalam seminggu dengan durasi waktu ±30 menit. Abstract (EN): The prevalence of arthritis Arthtritis in Indonesia based Association Rheumatodologi Indonesia in 2014 reached 31.3 % of the population . In Solok , the number of patients with rheumatoid arthtritis in 2014 was the highest ranks second out of 10 diseases in Solok . Arthtritis arthritis can be prevented by doing physical exercise / gymnastics Gymnastics is a sport elderly lightweight easy to do and not burdensome , which can be applied in the elderly . The sports activities will help the body elderly to keep fit and keep it fresh , because the elderly were able to train gymnastics bones strong , pushing the heart to work optimally and help eliminate free radicals that roam in the body . The aim of research to determine the effect divergence level pain before and after gymnastics influence pain in posyandu elderly Belibis Island work area health center Tanjung Paku Solok City. Quasi- experimental nature of research , studies have been conducted on 09 until May 31, 2015 and the population was all patients with rheumatoid arthtritis metatarsalphalangeal joint region in posyandu elderly Belibis Island work area health center Tanjung Paku Solok City, amounting to 22 people with a total sample of 10 people . With the sampling technique used purposive sampling . The tools used to measure pain VAS ( Visual Analog Scale ) and using observation sheet . From the statistical test obtained significant value gymnastics with a decrease in pain with p value = 0.05 , with level pain is before 6,70 and level pain is after 2,30 we can conclude the influence of gymnastics with a decrease in pain . With there divergence level pain before and after gymnastics influence pain in elderly patients with rheumatoid arthtristis metatarsalphalangeal joint,is expected to further improve the education of health workers regularly every activity within a client advocate doing gymnastics elderly 2 times a week for at least 30 minutes .