Pengaruh Senam Rhytmic Auditory Stimulation Terhadap Keseimbangan Berjalan Lansia Di Posyandu Sayang Bunda Kelurahan Manggis Ganting Tahun 2025
- Penulis
- Syafira Lestari
- Pembimbing
- Evi Hasnita
- Jenis repository
- KTI
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur yang paling berisiko mengalami gangguan keseimbangan postural dan kesulitan dalam memepertahankan keseimbangan tubuh. Tujuan Penelitian : Bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam rhytmic auditory stimulation terhadap keseimbangan berjalan pada lansia di Posyandu lansia Sayang Bunda Kelurahan Manggis Ganting Bukittingi. Metode Penelitian : desain penelitian yang digunakan pada Quasi Experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest `dengan sampel 15 orang lansia. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria ìnklusi dan eksklusi. Hasil : rata-rata keseimbangan berjalan lansia setelah diberikan senam rhytmic auditory stimulation yaitu 25,9387 dan setelah diberikan senam rhytmic auditory stimulation yaitu 24.0840 dengan nilai P=0,000 artinya adanya pengaruh senam rhytmic auditory stimulation terhadap keseimbangan berjalan lansia Kesimpulan :terdapat pengaruh pemberian senam rhytmic auditory stimulation terhadap keseimbangan berjalan lansia Abstract (EN): Background: The elderly are the age group most at risk of experiencing postural balance disorders and difficulties in maintaining body balance. Research Objective: This study aims to determine the effect of rhythmic auditory stimulation (RAS) exercise on walking balance in the elderly at the Sayang Bunda Elderly Posyandu, Manggis Ganting, Bukittinggi. Research Method: The study used a quasi-experimental design with a one group pretest-posttest approach involving 15 elderly participants. The intervention was conducted over four weeks. Sampling was done using purposive sampling, based on specific inclusion and exclusion criteria. Results: The average walking balance score before the rhythmic auditory stimulation exercise was 25.9387, and after the intervention, it improved to 24.0840, with a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the rhythmic auditory stimulation exercise on walking balance in the elderly. Conclusion: There is a significant effect of rhythmic auditory stimulation exercise on improving walking balance in elderly individuals.