Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Lansia Di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi.
- Penulis
- Cindy Azhari
- Pembimbing
- Rindu Febriyeni Utami
- Jenis repository
- KTI
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas yang mengalami penurunan fungsi tubuh, termasuk sistem kardiorespirasi. Penurunan daya tahan kardiorespirasi pada lansia berdampak pada penurunan kualitas hidup. Daya tahan kardiorespirasi adalah kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen secara efisien selama aktivitas fisik yang berkelanjutan. Intervensi yang efektif untuk meningkatkannya adalah melalui latihan fisik berupa senam aerobik low impact yang disesuaikan dengan kondisi fisik lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap daya tahan kardiorespirasi lansia di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. Desain penelitian ini desain quasi eksperimen one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 8 lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat daya tahan kardiorespirasi melalui Six Minute Walking Test (6MWT). Hasil menggunakan uji Wilcoxon dan diperoleh hasil nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan senam aerobik low impact terhadap peningkatan daya tahan kardiorespirasi lansia. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan daya tahan kardiorespirasi setelah dilakukan intervensi senam aerobik low impact selama 3 minggu. Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan alternatif latihan untuk meningkatkan daya tahan kardiorespirasi pada lansia. Abstract (EN): Elderly individuals, defined as those aged 60 and above, experience a decline in bodily functions, including the cardiorespiratory system. This decline in cardiorespiratory endurance negatively affects quality of life. Cardiorespiratory endurance is the body’s ability to efficiently utilize oxygen during continuous physical activity. An effective intervention to improve this is low-impact aerobic exercise, tailored to the physical condition of the elderly. The aim of this study was to determine the effect of low-impact aerobic exercise on the cardiorespiratory endurance of elderly individuals at Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 8 elderly individuals who met the inclusion criteria. Data collection was conducted by measuring cardiorespiratory endurance using the Six Minute Walking Test (6MWT). The Wilcoxon test results showed a p- value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect of low-impact aerobic exercise on improving cardiorespiratory endurance in the elderly. Conclusion: There was a significant increase in cardiorespiratory endurance after a 3-week low-impact aerobic exercise intervention. This study suggests that such exercise can be an effective alternative for enhancing cardiorespiratory endurance in the elderly.