Pengaruh penggunaan Ultrasound (US) dan Manipulasi Terapi terhadap peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada kasus Frozen Shoulder di RSUD Batusangkar Tahun 2015
- Penulis
- Winda Sulastri
- Pembimbing
- Neila Sulung
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 17 April 2017
Abstrak
Frozen Shoulder adalah suatu penyakit yang mengenai sendi glenohumeral dan yang mempunyai ciri berupa nyeri yang di sertai keterbatasan pada semua arah gerakan serta memiliki kecenderungan sembuh secara spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Ultrasound (US) dan Manual Terapi Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada Kasus Frozen Shoulder di RSUD Batusangkar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Frozen Shoulder di RSUD Batusangkar pada bulan Juli Tahun 2015 yaitu sebanyak 50 orang pasien. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling sehingga di dapatkan sample sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi LGS akibat Frozen Shoulder. Analisa data di lakukan secara komputerisasi menggunakan uji dependent t-test jika sebaran data normal dan analisis non parametric uji Wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata LGS gerakan fleksi 115.38, abduksi 97.38, eksorotasi 52.50, endorotasi 52,25 setelah intervensi. Hasil analisa stastistik menunjukkan bahwa ada pengaruh LGS sebelum dan sesudah intervensi, gerakan fleksi p = 0,0012, ekstensi p = 0,010, abduksi p = 0,000, eksorotasi p = 0,002, endorotasi p = 0,011 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas US dan manual terapi efektif terhadap peningkatan LGS pada kasus frozen shoulder. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan frozen shoulder untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam meningkatkan LGS, khususnya dalam pelaksanaan terapi dengan modalitas ultrasound (US) dan manual terapi. Abstract (EN): Frozen shoulder is a kind of deseas about glenohumeral joint which has identifying as pain that accompanied limitation for all directions of movement and has tent to heal as spontaneous. This research aims to know the effect of applying ultrasound (US) and manual therapy throught in creasing join Range Of motion in Frozen Shoulder’s problem in RSUD Batusangkar in 2015. This kind of research in quasi experiment by approaching pre and post test. The population of this research is all frozen shoulder’s clients in RSUD Batusangkar on July, 2015 is soclients. Sampling of using technique quota sampling so obtained sample 8 clients. Collecting datas of using observation sheet Range Of Motion of frozen shoulder’s cases data analysis is done as computer by performing t-dependent test if spreading normal datas and non parametric test analysis wilcoxon test if spreading data is not normal. The result of research seen that flexi movement Range Of Motion averages 115,38 abduction 97,38, exorotation 52,50, endorotation 52,25, after interversio, statistic analysis datas shown that having effect Range Of Motion before and after interversion, flexi movement p = 0,0012, extension p = 0,010, abduction p = 0,000, exorotation p = 0,002, endorotation p = 0,011 ( P<α 0,005) It could be concluded that giving therapy with modality US and manual therapy is effctive to increasing Range Of Motion at frozen shoulder cases for being hoped to clients who have frozen shoulder complaint for always active and dicipline to follow therapy’s program which are effective in increasing Range Of Motion, especially in perfoming therapy by modality ultrasound (US) and manual therapy.