Pengaruh Pemberian Ultra Sound dan Terapi Latihan Terhadap Pengurangan Nyeri Dan Peningkatan Kekuatan Otot Pada Penderita Carpal Tunnel Syndrome Di RSUD Adnaan WD PayakumbuhTahun 2015
- Penulis
- Lidya Natalia Purba
- Pembimbing
- Evi Hasnita
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 17 April 2017
Abstrak
Carpal tunnel syndrome adalah adanya penekanan pada saraf nervus medianus pada pergelangan tangan dengangejala nyeri, kram , tebal dan kesemutan pada pergelangan tangan. Berdasarkan hasil data dari RSUD Adnaan WD Payakumbuh prevalensi Carpal tunnel syndrome pada tahun 2014 adalah 10 % dari total kunjungan ke Poli Fisioterapi RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ultra sound dan terapi latihan terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan otot pada penderita carpal tunnel syndrome. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli – agustus tahun 2015. Metode penelitian ini Quasi Eksperimen dengan desain rancangan One Group Pretest Posttest Design dilakukan selama 3 minggu dengan perlakuan yang sama yaitu diberikan Ultra Sound dan terapi latihan dengan skala ukur yang digunakan ialah Visual Analog Scale (VAS) dan manual manual muscle testing (MMT). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri sebelum pemberian intervensi adalah 4,62 dan rata-rata nyeri sesudah pemberian intervensi adalah 2,26. Dan rata- rata kekuatan otot sebelum di terapi adalah 2,62. Dan kekuatan otot setelah di terapi adalah 3,62. Hasil analisa statistik menunjukkan adanya perbedaan nyeri sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan beda rata-rata sebesar 2,000 dengan nilai pvalue = 0.000, standar deviasi 0,535 dankekuatan otot -1,250 dengan nilai pvalue =0.000, standar deviasi 0,463. Disimpulkan bahwa pemberia ultra sound dan terapi latihan dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan kekuatan otot pada penderita carpal tunnel syndrome.. Berdasarkan Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian Ultra Sound dan terapi latihan terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan kekuatan otot pada penderita carpal tunnel syndrome.Sebagai fisioterapi harus bekerja sama dengan disiplin ilmu dan tenaga medis yang lain untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang optimal sehingga didapatkan. Abstract (EN): Carpal tunnel syndrome is the pressure in the nervus medianus nerve in the wrist which has pain, cramps, and pins and needles. Based on the data in RSUD Adnaan WD Payakumbuh prevalens Carpal tunnel syndromein 2014 is 10% from Poli Fisiotheraphy RSUD Adnaan WD Payakumbuh. The aim of this research is to know the effect of giving ultra sound and exercise toward the dereasing of ain and the increasing the power of the muscle in Carpal Tunnel Syndrome. This research is held on July – August exercise and using Visual Analogue Scale (VAS) and manual muscle testing (MMT).2015. This is quasi experiment research by using one group pretest posttest design that was held in 3 weeks with the same treatment that were giving ultra sound and Based on this research, it is known that the average pain before intervention is 4,26 and average pain after the intervention is 2,26 and the power of the muscle before theraphy is 2,62 and the power of the muscle after theraphy is 3,62 The result of statistical analysis shows there was a differentiation between the pain after and before intervention, where the average pain is 2,000 and pvalue = 0.000, deviation standard 0,535 and the power of the muscle -1,250 and ovalue = 0.000, deviation standard 0,436. It can be concluded that the giving of ultra sound and exercise can decrease the pain and increase the power of the pain in carpal tunnel syndrome. Based on the result of the research, it can be concluded that there are the effect of giving ultra sound and exercise toward the dereasing of ain and the increasing the power of the muscle in Carpal Tunnel Syndrome. Fisiotheraphist should work together with another medics to increase the service.