Pengaruh Pemberian Senam Stroke Terhadap Aktifitas Fungsional Pasien Pasca Stroke di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016
- Penulis
- Desi Mulya
- Pembimbing
- Wenny Lazdia; Siti Munawarah
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 18 April 2017
Abstrak
Stoke adalah terjadinya gangguan fungsional otak secara lokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam yang dapat berakibat kelumpuhan dan gangguan fungsional tubuh. Pada tahun 2013 di Sumatera Barat menempati urutan ke 5 nasional dengan prevalensi kejadian stroke sebesar 10,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam stroke terhadap aktifitas fungsional pasien pasca stroke di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian seluruh pasien stroke yang bersedia mengikuti kegiatan senam stroke di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh yaitu sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 5 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-dependent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rata-rata kemampuan fungsional responden sebelum intervensi adalah 8,80 dan setelah intervensi meningkat menjadi 9,80%. Terdapat peningkatan kemampuan fungsional pasien pasca stroke setelah pemberian senam stroke dengan beda rata-rata 1,000 dan p-value = 0,034. Dapat disimpulkan bahwa pemberian senam stroke efektif terhadap peningkatan aktifitas fungsional pasien pasca stroke. Untuk itu diharapkan kepada pasien dan keluarga untuk selalu aktif dalam menjalani terapi dan rehabilitasi pasian pasca serangan stroke salah satunya adalah dengan melakukan senam stroke secara teratur karena terbukti efektif terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pasien pasca serangan stroke. Abstract (EN): Stoke is the occurrence of functional disorders of the brain both locally and globally sudden and acute that lasted more than 24 hours can result in paralysis and functional disorders of the body. In 2013 in West Sumatra ranks fifth nationally with the prevalence of stroke by 10.6%. This study aimed to determine the effect of exercise on functional activity stroke post-stroke patients in hospitals Dr. Adnaan WD Payakumbuh 2016. This research is a quasi experimental with pre and post test approach. The population in the entire study of stroke patients who are willing to take part in gymnastics stroke in Hospital Dr. Adnaan WD Payakumbuh as many as 20 people. Sampling using accidental sampling technique to obtain samples that met the inclusion criteria of 5 people. The data collection sheet research using observation and data analysis includes analysis of univariate and bivariate analysis using t-dependent test. The results showed that the average median respondent functional ability before intervention was 8,80 and after the intervention increased to 9.80. There is an increase in the patient's functional ability after stroke after stroke gymnastics Award with an average difference of 0.7 and p-value = 0.01. It can be concluded that the provision of effective stroke gymnastics to increased functional activity post stroke patients. For that is expected to patient and family to always be active in the therapy and rehabilitation of post stroke patient one is to do exercise regularly stroke because it proved effective to the improvement of functional ability in patients after stroke.