Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Pengaruh Pemberian Infrared dan Visual Cue Training Terhadap Kemampuan Berjalan...
Buka Dokumen (Google Drive)
KTI 2025

Pengaruh Pemberian Infrared dan Visual Cue Training Terhadap Kemampuan Berjalan Pasien Posstroke Nonhemoragic di Rumah Sakit Otak DR. Drs. Muhammad Hatta Bukittinggi Tahun 2025

Penulis
Riva Silvfa
Pembimbing
Silvia
Jenis repository
KTI
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
D3 Fisioterapi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
04 Februari 2026

Abstrak

Latar Belakang : Stroke adalah kondisi dimana suplai darah ke otak terganggu, yang mengakibatkan kekurangan oksigen, dan kerusakan otak. Stroke dapat disebabkan oleh gumpalan di arteri yang memasok darah ke otak, keadaan ini yang dikenal sebagai iskemia. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan berjalan pasien poststroke nonhemoragic di Rumah Sakit Otak DR. Dra Muhammad Hatta Bukittinggi tahun 2025. Metode Penelitian : Desain Penelilian ini adalah Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada Desember tahun 2025 dengan frekuensi pemberian sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Populasi dalam penelitian ini 10 orang Di Rumah Sakit Otak DR. Dra. Muhammad Hatta Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 10 orang yang diteliti secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Dinamic Gait Index. Analisa statis dilakukan iju T. Hasil penelitian : Rata rata kemampuan berjalan sebelum pemberian intervensi adalah 20,80 dengan standard deviasi 0,789. Rata rata kemampuan berjalan sesudah pemberian intervensi adalah 20,80 dengan nilai p = 0,025 (< 0,05) artinya terdapat pengaruh terhadap kemampuan berjalan pasien postsrokenonhemoragic. Kesimpulan dan Saran : Adanya pengaruh pemberian Infrared dan Visual cue Training terhadap kemampuan berjalan pasien posstroke nonhemoragic di Rumah Sakit Otak Dr.Dra Muhammad Hatta Bukittinggi. Peneliti selanjutnya dapat membandingkan efektivitas infrared dan visual cue training dengan metode terapi lainnya untuk mengetahui kombinasi intervensi terbaik bagi pasien poststroke. Abstract (EN): Background: Stroke is a condition where the blood supply to the brain is disrupted, resulting in a lack of oxygen and brain damage. Stroke can be caused by a clot in the arteries that supply blood to the brain, a condition known as ischemia. Objective : providing infrared therapy and visual cue training is to determine their effect on the walking ability of non-hemorrhagic post-stroke patients at DR. Dra Muhammad Hatta Brain Hospital in Bukittinggi in the year 2025. Research Method: The design of this study is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The study will be conducted in December 2025 with a therapy frequency of three times per week for four weeks. The population in this study consists of 10 individuals at DR. Dra Muhammad Hatta Brain Hospital in Bukittinggi. The sample includes 10 participants selected through purposive sampling. The research instrument used is the Dynamic Gait Index. Statistical analysis was conducted using the T-test. Research Results: The average walking ability before the administration of intervension was 20.80 The average walking ability after the administration of intervension 20.80.The T-test showed that the pretest value had a p-value (sig) = 0.025 (< 0.05), and the posttest data had a p-value = 0.025 (< 0.05). Conclusion and Recommendation: There is an effect of infrared and visual cue training on the walking ability of non-hemorrhagic post-stroke patients at DR. Dra Muhammad Hatta Brain Hospital in Bukittinggi. Future researchers are encouraged to compare the effectiveness of infrared and visual cue training with other therapy methods to determine the best combination of interventions for post-stroke patients.