Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) Dan Chest Therapy Terhadap Gangguan Pernafasan Pada Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015
- Penulis
- Maitri Yolanda
- Pembimbing
- Lidya Mardison
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 17 April 2017
Abstrak
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit kronis saluran nafas yang di tandai dengan hambatan aliran udara khususnya udara ekspirasi dan bersifat progresif lambat yang menyebabkan gangguan pernafasan yang berakibat frekuensi nafas tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Chest Therapy terhadap Gangguan Pernafasan pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar yaitu sebanyak 146 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik provossive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis data non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata frekuesi nafas sebelum intervensi 34.12 dan setelah intervensi 20.57. hasil analisis statistic non parametric uji wilcoxon diketahui bahwa dengan pemberian 6 kali intervensi terdapat rata-rata frekuensi nafas sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p=0.012. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan Chest Therapy efektif dalam membantu gangguan pernapasan terhadap frekuensi nafas pada kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) untuk itu diharapkan kepada pihak instansi pelayanan fisioterapis untuk selalu mengembangkan teknikteknik terapi yang efektif dalam membantu gangguan pernapasan terhadap frekuensi nafas pada pasien penderita kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) salah satunya dengan pemberian modalitas Infra Red (IR) dan Chest Therapy. Abstract (EN): Obstructive Chronic Lung Diseases (COPD) is chronic line breathing which marked by obstruction air circulation, especially air expiration and slow progresive that caused by interference of breathing to breathing frequency abnormal. This research purposes to know the influence of giving Infra Red (IR) and Chest Therapy to interfer of breathing to Obstructive Chronic Lung Disease’s Clients (COPD) in RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar in 2015. Kind of this research is quasi eksperiment with pre dan post test designed. The Population of research is all Obstructive Chronic Lung Disease’s Clients (COPD) in RSUD. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar is 146 clients. Sampling by using provossive sampling’s technique so obtained that sampling is 8 clients. Collecting data’s of research by using observation’s sheet. Data analysis is computerizing using data non parametric uji wilcoxon. The result of research shown the anerage nafas frequency before intervension 34,12 and after intervension 20,57. Statistic analysis result is non parametric wilcoxon test know that by giving 6 times interverension is nafas frequency average before and after intervension p=0.012. In could be coucluded that giving therapy are effective in helping interference breathing to nafas frequency in Obstructive Chronic Lung Diseases’s Case (COPD). For that hoped that all authorities services physiotherapist to be always developing therapy’s technique which effective for helping interference breathing to nafas prequency to obstructive chronic lung diseases’s case (COPD) either by giving modality Infra Red (IR) dan Chest Therapy.