Pengaruh Pemberian Infra Red dan Manual Therapy terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Cephalgia dengan Tension Head Ache di RSUD Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015
- Penulis
- Nella Ratna Sari
- Pembimbing
- Misrawati Ishak
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 18 April 2017
Abstrak
Di Indonesia diketahui bahwa pada tahun 2010 80% dari 100 pasien konsultasi dokter umum datang dengan keluhan sakit kepala, terutama sakit kepala primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infra Red dan Manual Therapy terhadap penurunan nyeri pada kasus Cephalgia dengan Tension Head Ache di RSUD Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Cephalgia dengan Tension Head Ache di RSUD Adnaan WD Payakumbuh pada bulan Juli tahun 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat Cephalgia. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji dependent t- test jika sebaran data normal dan analisis non parametric uji wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 7,50 menurun menjadi 3,50 setelah intervensi dan rata-rata intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 7,00 menjadi 2,88 setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri tekan (p = 0,005) dan nyeri gerak (p = 0,007) sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red dan Manual Therapy efektif terhadap penurunan intensitas nyeri akibat Cephalgia. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat Cephalgia dengan Tension Head Ache untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalitas Infra Red dan Manual Therapy. Abstract (EN): In indonesia, it was known 80% from 100 patients in 2010 that consulted to the doctor with headache, especially primer headache. The aim of this research is to know the effect of givving Infra Red and Manual Therapy toward the decreasing of pain in Cephalgia with Tension Head Ache in RSUD Adnaan WD Payakumbuh 2015. This is Quasi experiment with pre and posttest design. Population of this research is the entire of Cephalgia patients with Tension Head Ache in RSUD Adnaan WD Payakumbuh in July 2015. The samples were taken by using purposive sampling so there were 8 samples. The data was collected by using observation sheets about the pain itensity that is caused by Cephalgia. The data was analyzed by using computer in t-test dependent test if the data distribution is normal and analysis non parametric wilcoxon test if the distribution of the data is not normal. The result of this research showed that the average of pushing pain before intervention 7,50 was dwrease to 3,50 after intervention and the average of moving pain before intervention 7,00 became 2,88 after intervention. Statistical analysis showed that there were differentiation the pushing pain intensity (p=0,005) and moving pain (p=0,007) before and after intervention. It can be concluded that the giving of therapy with Infra Red modality and Manual Therapy was effective toward the decreasing of pain intensity that is caused by Cephalgia. So that, it is hoped to the patients with the pain that is caused by Cephalgia with Tension Head Ache to be active and discipline in following the therapy program to decrease the pain, especially therapy that is use Infra Red and Manual Therapy.