Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMAN 1 Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2024.
- Penulis
- Yelsa Perian Marsyah
- Pembimbing
- Wahyuni
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Kesehatan reproduksi remaja merupakan masalah global yang mendesak, dengan isu utama seperti kehamilan remaja, kematian ibu remaja, dan infeksi menular seksual, serta kurangnya akses pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif. Di Indonesia tercatat sekitar 2,5 juta kehamilan remaja. Di Sumatera Barat, angka kehamilan remaja menunjukkan peningkatan, terutama di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Media edukasi berupa video terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi (Sari et al., 2022; Ahmad et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media audio-visual berbentuk video dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di SMAN 1 Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini menggunakan desain pre- eksperimen dengan pendekatan one group pre-post dan teknik pengambilan sampel Multistage Cluster Sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 64 siswa dari kelas X E1, X E2 dan X E3. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Analisa univariat menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja dari 64 responden, 28 orang siswa (43,75%) memiliki pengetahuan cukup, dan 24 orang siswa (37,5%) memiliki pengetahuan kurang sebelum intervensi, menjadi sebanyak 61 orang siswa (95,3%) dengan pengetahuan baik dan 3 orang siswa (4,7%) dengan pengetahuan cukup setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,005), yang berarti ada pengaruh signifikan pemberian edukasi melalui audio-visual terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi, terutama di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan kesehatan yang memadai.