Penetapan Kadar Asam Salisilat Pada Facial Wash Acne Yang Beredar Di Kota Bukittinggi Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
- Penulis
- Tasya Ayuningtias
- Pembimbing
- Fitriani Oryza Sativa
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Asam salisilat merupakan salah satu bahan aktif yang umum digunakan dalam produk perawatan kulit berjerawat. Penggunaan asam salisilat secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi kulit. Berdasarkan Peraturan BPOM No. 17 Tahun 2022, kadar asam salisilat dalam produk kosmetik kategori pembersih wajah dibatasi maksimal sebesar 2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam salisilat pada facial wash acne dan untuk mengetahui kadar asam salisilat yang terkandung dalam produk facial wash acne yang beredar di Kota Bukittinggi menggunakan metode uji warna dan spektrofotometri UV-Vis. Sebanyak sepuluh sampel facial wash acne dianalisis, yang terdiri dari sembilan produk tanpa notifikasi BPOM dan satu produk yang telah terdaftar BPOM. Uji kualitatif dilakukan menggunakan larutan FeCl3, dan hanya tiga sampel, sampel 2, 8, dan 10 yang menunjukkan reaksi positif berupa warna ungu, yang menandakan adanya asam salisilat. Ketiga sampel tersebut kemudian diuji secara kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan kadar asam salisilat pada sampel 2 sebesar 2,55%, sampel 8 sebesar 5,83%, dan sampel 10 sebesar 7,44%. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel tidak memenuhi ketentuan kadar maksimal yang ditetapkan BPOM. Abstract (EN): Salicylic acid is a commonly used active ingredient in skincare products for acne treatment. However, excessive use of salicylic acid can cause side effects such as skin irritation. According to BPOM Regulation No. 17 of 2022, the maximum allowable concentration of salicylic acid in facial cleanser cosmetic products is 2%. This study aimed to determine the presence and concentration of salicylic acid in acne facial wash products circulating in Bukittinggi City using color testing and UV-Vis spectrophotometry. A total of ten facial wash samples were analyzed, consisting of nine unregistered products and one product registered with BPOM. Qualitative testing was carried out using FeCl3 solution, where only three samples (samples 2, 8, and 10) showed a positive reaction by forming a purple color, indicating the presence of salicylic acid. These three samples were further analyzed quantitatively. The results showed that sample 2 contained 2.55% salicylic acid, sample 8 contained 5.83%, and sample 10 contained 7.44%. Based on these findings, it was concluded that all tested samples exceeded the maximum salicylic acid concentration limit set by BPOM and therefore did not comply with regulatory standards.