Pembuatan Dan Evaluasi Krim Dari Ekstrak Metanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.).
- Penulis
- Eriya Amelia Putri
- Pembimbing
- Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol. Saponin merupakan salah satu senyawa yang dapat merangsang pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka, serta mempunyai kemampuan sebagai pembersih, sehingga efektif dalam penyembuhan luka terbuka, sedangkan tanin dan flavonoid mempunyai aktivitas antiseptik dan antibakteri. Krim dipilih sebagai bentuk sediaan karena memiliki kemampuan menyebar merata di kulit, mudah digunakan, serta memberikan efek hidrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dari sediaan krim ekstrak metanol daun kirinyuh yang diformulasikan dalam berbagai variasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan lima formula, yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1 (2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%), dan F4 (10%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji stabilitas menggunakan metode cycling test, dan uji stabilitas sentrifugasi. Semua sediaan baik dalam pemeriksaan mutu fisik akan tetapi untuk pemeriksaan stabilitas uji cycling test, sediaan yang mengandung ekstrak mengalami perubahan pigmen warna pada suhu 40 ̊C. Formula yang mempunyai mutu fisik yang paling baik adalah formula F4 dengan konsentrasi ekstrak 10%. Abstract (EN): Kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) are plants that contain secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and phenols. Saponins are one of the compounds that can stimulate collagen formation, a protein structure involved in the wound healing process, and have cleansing properties, making them effective in treating open wounds. Tannins and flavonoids, on the other hand, possess antiseptic and antibacterial activities. Cream was chosen as the formulation form because it spreads evenly on the skin, is easy to use, and provides good hydration effects. This study aims to determine the physical quality of the methanol extract cream formulation of Kirinyuh leaves formulated in various concentration variations. The method used in this study is an experimental method using five formulas: F0 (without extract), F1 (2.5%), F2 (5%), F3 (7.5%), and F4 (10%). The evaluation of the formulations included organoleptic testing, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, stability testing using the cycling test method, and centrifugal stability testing. All formulations passed the physical quality examination; however, in the cycling test stability examination, formulations containing the extract exhibited pigment colour changes at 40°C. The formulation with the best physical quality was formulation F3 with a 7,5% extract concentration.