HubunganJumlah Uang Saku, Pengaruh Teman Sebaya Dan Paparan Media Massa Dengan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pada Remaja Di Kawasan Pasar Atas Bukittinggi Tahun 2015
- Penulis
- Monalisa
- Pembimbing
- Welly Femelia; Sari Ida Mihardi
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 15 April 2017
Abstrak
Kelebihan berat badan pada remaja diantaranya disebabkan oleh konsumsi kalori yang berlebihan seperti konsumsi fast food, dengan semakin marak dan berkembangnya makanan olahan dengan zat gizi rendah, tetapi memiliki banyak kalori sebagai faktor penyebab kelebihan berat badan atau kegemukan pada usia remaja. Tujuan penelitian ini untuk melihat Hubungan Jumlah Uang Saku, Pengaruh Teman Sebaya Dan Paparan Media Massa Dengan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Pada Remaja Di Kawasan Pasar Atas BukittinggiTahun 2015. Penelitian ini menggunakandesain cross sectionaldandilaksanakan pada bulanAgustus 2015.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja yang berusia 14-24 tahun dengan jumlah 273orangdan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat (UjiChi-Square). Dari hasil analisis univariat didapatkan terdapat148 orang (54,2 %) yang sering mengkonsumsi fast food.Terdapat 60,1% responden memiliki uang saku banyak, 57,9% respondenmempunyaipengaruh teman sebaya dan59,7% responden terpapar media massa. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah uang saku, pengaruh teman sebaya dan paparan media massadengan frekuensi konsumsi fast food,dengan nilai p dan OR berturut-turut (p=0,017; OR=1,865, p=0,015; OR=1,876, p= 0,024; OR=1,809). Remaja sebaiknya dapat lebih memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi. Remaja sebaiknyatidak terpengaruh atau tergantung teman dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Peneliti selanjutnya harus dapat menemukan faktor-faktor lain penyebab tingginya frekuensi konsumsi fast food pada remaja. Abstract (EN): Excess weight in adolescents are caused by excessive calorie consumption as the consumption of fast food, with increasingly widespread and growing processed foods with low nutrient, but it has a lot of calories as the causes of overweight or obesity in adolescence. The purpose of this studywas to look at the relationship Amount Allowance, Influence Peers And Mass Media Exposure With Fast Food Consumption Frequency (Fast Food) Teen Zone Upper Market In London. This study uses a cross-sectional design and was conducted in August 2015. The population in this study are all adolescents aged 14-24 years with the number 273 and selected using accidental sampling technique. Data processing was performed using univariate and bivariate analysis (chi-square test). Univariate analysis of the results obtained there were 148 (54.2%) who frequently consume fast food .. There were 60.1% of respondents have much pocket money, 57.9% of respondents have peer influence and 59.7% of respondents exposed to mass media , Results of bivariate analysis showed that there is a significant relationship between the amount of pocket money, the influence of peers and exposure to mass media with the frequency of consumption of fast food, with a value of p and OR respectively (p=0.017;OR=1.865,p= 0.015;OR=1.876,p=0.024;OR=1.809). Expected for the restaurant and the manager needs to provide a varied diet and high value not only in terms of quantitative but also quality for example menyediaka high-fiber foods by adding vegetables and fruits in the package they are selling.