Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Cover Hubungan Tingkat Risiko Pencemar Udara Dalam Ruangan Dengan Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Puskesmas Lubuk Begalung Padang Tahun 2016
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2017

Hubungan Tingkat Risiko Pencemar Udara Dalam Ruangan Dengan Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Puskesmas Lubuk Begalung Padang Tahun 2016

Penulis
Meryati
Pembimbing
Welly Femelia; Cici Apriza Yanti
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
06 April 2017

Abstrak

Penyakit ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan kerena merupakan penyakit akut. Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan lingkungan di dalam rumah. Menurut data puskesmas Lubuk Begalung pada Tahun 2015 terdapat (21.31%) kasus balita yang menderita ISPA. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan antara Pencemar Dalam Ruangan(Ventilasi, Pencahayaan, Kepadatan Hunian, Kebiasaan Merokok, Jenis Bahan Bakar, dan Status Imunisasi). Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, di laksanakan di Kelurahan Parak Laweh Pulau Air Puskesmas Lubuk Begalung Padang pada Bulan JuliTahun 2016. Populasi sebanyak 257 orang balita dengan sampel 150. Data di kumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya serta melakukan pengukuran, Kemudian data di oleh menggunakan komputerisasi dan hasil penelitian di sajikan dalam bentuk univariat dan Bivariat. Hasil analisa univariat diketahui 76.7% responden menderita penyakit ISPA, 52% responden pencahayaan tidak memenuhi syarat, 52.7% responden ventilasi tidak memenuhi syarat, 67.3% responden padat penghuni kamar, 57.35 responden ada kebiasaan merokok, 60% responden menggunakan bahan bakar yang tidak baik, serta 58.7% responden tidak Lengkap status iminisasi. Berdasarkan analisa bivariat ada Hubungan antara Pencahayaan (Pvalue=0.028 OR=2.582),Ventilasi(Pvalue=0.022 OR=0.374),Kepadatan hunian kamar (Pvalue=0.037 OR= 2.450),Kebiasaan Merokok (Pvalue=0.004 OR=0.245),Jenis bahan bakar (Pvalue=0.010 OR=0.345) dan Status imunisasi(Pvalue=0.006 OR=0.315) dengan penyakit ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pencahayaan, ventilasi, kepadatan hunian kamar,kebiasaan merokok,jenis bahan bakar,dan status imunisasi dengan penyakit ISPA pada Balita.Adapun saran di harapkan kepada petugas puskesmas agar lebih meningkatkan derajad kesehatan serta meningkatkan upaya promosi kesehatan masyarakat. Abstract (EN): Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) is still one public health problem that is important to note because they constitute acute illness. Acute Respiratory Tract Infection is one of the diseases associated with the environment in the house. According to data from health centers Lubuk Begalung in 2015 there were (21:31%) cases of infants suffering from respiratory infection. The purpose of this study is to determine the association between Indoor Air Pollutants (ventilation, lighting, Density Residential, Smoking Habit, Fuel Type and Immunization Status). With the incidence of disease ISPA In young children. This research uses descriptive analytic research with cross sectional design, carried on in the Village Parak Laweh Pulau Air LubukBegalung Year Padang in July 2016.A population of 257 infants with 150 samples. Data was collected by distributing questionnaires and asked respondents to fill it and make measurements, then the data by using computerized and research results presented in the form of univariate and Bivariat. Results of univariate analysis known to 76.7% of respondents suffer from respiratory diseases, 52% of respondents lighting is not eligible, 52.7% of respondents vents are not eligible, 67.3% of respondents solid occupant, 57.35 respondents smoking habits, 60% of respondents use fuel that is not good, as well as 58.7% of respondents did not complete immunization status. Based on bivariate analysis there is a relationship between lighting (Pvalue=0.028 OR=2.582),Ventilation (Pvalue=0.022 OR=0.374),Density Residential Room (Pvalue=0.037 OR=2.450),Smoking habitat (Pvalue=0.004 OR=0.254),Fuel Type (Pvalue=0.010 OR=0.345) and Status Immunization (Pvalue=0.006 OR=0.315) with ARI disease in Toddlers. The results of this study can be concluded that there is a relationship between lighting,ventilation,room occupancy density,smoking habits,type of fuel,an immunization status with ARI in Balita.Adapun advice is expected to puskesmas officers to improve their health and to improve the degree of health promotion efforts community.

Kata Kunci

Pencemaran Udara Dalam Ruangan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita