Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh Wilayah Kerja Puskesmas Palupuh Tahun 2016
- Penulis
- Yomi Apriman
- Pembimbing
- Harisnal; Fitria Fatma
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 07 April 2017
Abstrak
Menurut laporan sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Palupuh, diare berada pada urutan ke tujuh, dengan jumlah penderita pada tahun 2013 sebanyak 423 orang, tahun 2014 sebanyak 473 orang dan tahun 2015 sebanyak 532 orang. Dari data tersebut terdapat peningkatan jumlah penderita dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan Penyediaan air bersih, kondisi jamban, pembuangan sampah, pengelolaan air limbah dengan kejadian diare pada balita di Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh wilayah kerja Puskesmas Palupuh tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus di Jorong Palupuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 106 responde. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Separoh dari responden (50%) sudah memiliki penyediaan air bersih yang memenuhi syarat, lebih dari separoh responden (51,9%) belum memiliki kondisi jamban yang memenuhi syarat, lebih dari separuh responden (55%) tidak memiliki pembuangan sampah yang memenuhi syarat, lebih dari separuh responden (59,4%) belum memiliki pengelolaan air limbah yang memenuhi syarat. Dari hasil analisa bivariat didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna (p=1,000) dan (OR=1,000) antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare, ada hubungan yang bermakna (p=0,026) dan (OR=0,384) antara kondisi jamban dengan kejadian diare, tidak ada hubungan yang bermakna (p=0,069) dan (OR=0,457) antara pembuangan sampah dengan kejadian diare, ada hubungan yang bermakna (p=0,008) dan (OR=0,325) antara pengelolaan air limbah dengan kejadian diare. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare. Ada hubungan yang bermakna antara kondisi jamban, pembuangan sampah, dan pengelolaan air limbah dengan kejadian diare di Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh Wilayah Kerja Puskesmas Palupuh tahun 2016. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan program penyuluhan sehingga banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya sanitasi lingkungan bagi kesehatan dan diharapkan dapat menekan angka kejadian diare khususnya. Abstract (EN): Diarrhea is a disease that marked with increase in the frequency of defecation more than usual (> 3 times/day) accompanied by a change in stool consistency (to liquid), with or without blood or mucus. According to the World Health Organization (2008), diarrhea is defined as loose stools three or more times in a day. By the time the attack is divided into two, namely acute diarrhea (< 2 weeks) and chronic diarrhea(≥ 2 weeks). This research aims to look at the relationship of water supply, conditions of latrines, garbage disposal, waste water management with the incidence of diarrhea in infants in Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh Health Center Working Area Palupuh 2016. This type of research is an analytic study with cross sectional design. Sampling was done by sampling the total number of 106 respondents. Based on the results of the research indicated no meaningful relationship (p=1,000) and (OR=1,000) between the supply of clean water to the incidence of diarrhea, there was a meaningful relationship (p=0,045) and (OR=2,477) between the condition of latrines with the incidence of diarrhea, there was a meaningful relationship (p=0,001) and (4,664) between garbage disposal with the incidence of diarrhea, there was a meaningful relationship (p=0,000) and (OR=8,714) between waste water management with the incidence of diarrhea. From this research it can be concluded that there is no meaningful relationship between the supply of clean water to the incidence of diarrhea. There is meaningful relationship between the condition of latrines, garbage disposal and waste water management with the incidence of diarrhea in Jorong Palupuh Nagari Pasia Laweh Health Center Working Area Palupuh 2016. It is suggested to the health officers can improve education programs so that many people who know the importance of environmental sanitation for health and is expected to reduce the incidence of diarrhea in particular.