Hubungan Kebisingan, Masa Kerja, dan Penggunaan APT dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Proses Basah di PT. LembahKaret Padang Tahun 2016
- Penulis
- Rahma Wayuri
- Pembimbing
- Rini Santy; Nurdin
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Penelitian ini berawal dari pengamatanpeneliti di PT. LembahKaret Padang padapekerjabagian proses basah, dandidapatkandari 10pekerja 7 orang mengalami gangguan pendengaran yang di akibatkan karena kebisingan yang melebihinilaiambangbatas. Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuihubunganantarakebisingandengangangguanpendengara npadapekerjabagian proses basah di PT. LembahKaret Padang tahun 2016. Jenispenelitianiniadalah survey analitikdenganrancangancross sectional.Jumlahsampelsebanyak 56 orang pekerjadibagian proses basah di PT. LembahKaret Padang. Pengambilan data tingkatkebisingandangangguanpendengaranmenggunakanalat Sound level meter danGarputala.Pengambilansampelsecaratotal samplingdiolah mengunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus di Padang Tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diantara 56 responden diketahuiresponden yang TergangguPendengarannyasebanyak 35 (62,5%)responden,yang berisikoterhadapintensitaskebisingansebanyak47 (83,9%) responden, yang memilikimasakerja lama sebanyak47 (83,9%)responden, yang tidakmenggunakan APT sebanyak44(78,6%) respondendanpengetahuanrendahsebanyak 29 (51,8). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan gangguanpendengaran adalah kebisingan (p=0,008), masakerja (p=0,000), penggunaan APT (p=0,018), dan pengetahuan (p=0,016). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebisingan, masakerja, penggunaan APT danpengetahuanmemilikihubungan yang bermakna denganGangguanPendengarandandi harapkan kepada pihakperusahaanmelakukanpengukurandan tes pendengaran dan memberikan penyuluhan yang berkaitan dengan penggunaan APT. Abstract (EN): This study originated from the observation of researchers at PT. Rubber valley Padang to workers part of the wet process, and obtained 10 employees 7 people have a hearing loss that causes due to noise exceeding the threshold value. This study aims to determine the relationship between noise with hearing loss in workers part of the wet process in PT. LembahKaret Padang in 2016. This type of research is analytic survey with cross sectional design. The total sample of 56 workers in the wet process in PT. Rubber valley Padang. Data retrieval noise levels and hearing loss using a sound level meter and a tuning fork. Sampling is total sampling processed using Chi-square test. This study was conducted in August 2016 in Padang. The results of this study showed that among 56 respondents, it is His hearing impaired respondents as many as 35 (62.5%) of respondents, at risk of noise intensity by 47 (83.9%) of respondents, who have long working lives by 47 (83.9% ) respondents who did not use the APT by 44 (78.6%) of respondents, and low knowledge about 29 (51.8). Results of bivariate analysis showed that the variables associated with hearing loss is noise (p = 0.008), age (p = 0.000), the use of APT (p = 0.018), and knowledge (p = 0.016). This study concluded that noise, working period, the use of APT and knowledge have a meaningful relationship with Hearing Loss and the company is expected to perform measurements, hearing tests and provide counseling related to the use of APT.