Hubungan Intensitas Pencahayaan, Masa Kerja, dan Lama Jam Kerja dengan Ketajaman Penglihatan Pengrajin Tenun Tradisional di Kenagarian Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
- Penulis
- Hidayati Putri Welani
- Pembimbing
- Nurdin; Yuniliza
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 11 April 2017
Abstrak
Pekerja sektor informal mempunyai risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi dibanding pekerja sektor formal. Kerajinan tenun merupakan salah satu usaha sektor informal. Kerajinan tenun H. Ridwan By dan CV Rangkiang merupakan kerajinan tenun tradisional. Sebanyak 60% pekerjanya menggunakan kacamata saat bekerja, bahkan 54,2% diantaranya mulai menggunakan kacamata setelah bekerja beberapa tahun di tempat ini. Selain itu, juga banyak pekerja yang mengeluh mata perih dan penglihatan tidak fokus saat bekerja. Jenis penelitiannya analitik dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2015. Sampelnya adalah pengrajin tenun di kerajinan tenun H. Ridwan By dan CV Rangkiang sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisisnya adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Analisis univariat menunjukkan 55% intensitas pencahayaannya tidak sesuai standar, 52,5% masa kerjanya baru, 67,5% lama jam kerjanya tidak sesuai ketentuan, dan 57,5% mengalami penurunan ketajaman penglihatan pada mata kanan dan kiri. Sedangkan analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara intensitas pencahayaan (p value=0,001, OR=11,7) dan lama jam kerja (p value =0,002, OR=9,524) dengan ketajaman penglihatan dan tidak ada hubungan antara masa kerja (p value =0,61) dengan ketajaman penglihatan pengrajin tenun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara intensitas pencahayaan dan lama jam kerja dengan ketajaman penglihatan pengrajin tenun. Saran dari penelitian ini adalah pihak pengelola hendaknya menambah intensitas pencahayaan di tempat kerja agar lebih memadai dan dapat mengatur jam kerja pekerja agar sesuai dengan ketentuan. Abstract (EN): Informal sector workers are at risk of health problems is higher than formal sector workers. Handicraft weaving is one of the informal sector. H. Ridwan By and CV Rangkiang are traditional weaving craft. As many as 60% of workers use glasses while working, even 54,2% of them started using glasses after working several years in this place. In addition, many workers who complained of sore eyes and eyesight did not focus at work. Type of research is analytic with cross sectional design. This research was conducted in August 2015. The sample was weavers in weaving craft H. Ridwan By and CV Rangkiang as many as 40 people with a total sampling techniques. Analysis are the analysis of univariate and bivariate using Chi Square test. Univariate analysis showed 55% intensity of the lighting is not according to standards, 52,5% of new working period, 67,5% long hours of work is not in accordance with, and a 57,5% decrease in visual acuity in the right and left eyes. While the bivariate analysis showed there are correlation between the intensity of illumination (p value=0,001, OR=11,7) and long working hours (p value=0,002, OR=9,524) with visual acuity and no correlation between work period (p value=0,61) with visual acuity weavers. The conclusion from this research is there are correlation between illumination intensity and long hours of work with visual acuity weavers. Suggestions from this research are the manager should increase the intensity of the lighting in the workplace to be more adequate and may regulate the working hours of workers to comply with the provisions.