Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok Kabupaten Agam Tahun 2024
- Penulis
- Sartika
- Pembimbing
- Sari Ida Miharti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Capaian pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sumatra Barat di tahun 2023 adalah sebesar 81,6 dan angka ini berapa pada urutan 10 terendah secara nasional. Begitu juga di Puskesmas Padang Tarok yang mana pada tahun 2023 capaian ASI Eksklusif adalah 66,7% dan angka berapa pada urutan 3 terendah di Kabupaten Agam. Salah satu permasalahan permberian ASI eksklusif adalah ketidaklancaran produksi ASI yang salah satu penyebabnya adalah masalah gizi kurang pada ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok pada bulan November 2024 dengan sampel sebanyak 69 ibu menyusui yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuisioner dan observasi IMT. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,1% responden berpengetahuan tinggi, 56,5% budaya pantang makanan negatif, 52,2% pola makan tidak seimbang dan 56,5% status gizi baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,001), budaya pantang makanan (p = 0,026, OR = 3,559) dan pola makan (p = 0,004, OR = 4,911) dengan status gizi ibu menyusui. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan tentang nutrisi, budaya pantang makanan dan pola makan dengan status gizi ibu menyusui di Puskesmas Padang Tarok. Diharapkan kepada semua pihak terutama pihak petugas kesehatan untuk dapat lebih meningkatkan edukasi tentang jenis makanan bernutrisi dan makanan yang harus dihindari selama masa menyusui agar faktor budaya tidak mempengaruhi ibu untuk menerapkan pola makan yang tidak tepat.