Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care Ibu Hamil di Wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024
- Penulis
- Shilvera Zenita
- Pembimbing
- Detty Afriyanti Sukandar
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Kunjungan antenatal care (ANC) merupakan upaya penting untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin. Namun, di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, cakupan kunjungan ANC masih belum optimal. Hal ini dapat berisiko meningkatkan angka kematian ibu dan bayi Pada tahun 2023 pencapaian K1 71,62%, K4 dengan 67,99% dan K6 capaian 60,40 % dengan target tahunan 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam tahun 2024. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Populasi Seluruh Ibu Bersalin tahun 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kampung yaitu berjumlah 349 ibu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan Sampel menggunakan teknik systematic random sampling dengan jumlah sampel 78 ibu hamil. . Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Chisquer. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam merupakan primipara (64,1%), sedangkan pengetahuan (59%), sikap (59%), dan dukungan suami (60,3%) yang kurang baik. Kunjungan ANC umumnya tidak lengkap (61,5%). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan antenatal care (p- value 0,5). Diharapkan ibu ibu hamil bisa melakukan kunjungan Antenatal Care sesuai standar melalui informasi yang diperoleh dari Tenaga Kesehatan, agar nantinya program pemerintah bisa tercapai sesuai target dan mengurangi angka kesakitan dan kematian dimasa depan. Abstract (EN): Antenatal care (ANC) visits are an essential effort to monitor the health of pregnant women and their fetuses. However, in Indonesia, including in the working area of the Kampung Dalam Community Health Center, Padang Pariaman District, the coverage of ANC visits remains suboptimal. This poses a risk of increasing maternal and infant mortality rates. In 2023, the achievement rates for K1 were 71.62%, K4 at 67.99%, and K6 at 60.40%, against an annual target of 100%. The purpose of this study is to identify the factors associated with ANC visits among pregnant women in the working area of Kampung Dalam Community Health Center in 2024. The study was conducted in September 2024 in the working area of Kampung Dalam Community Health Center, Padang Pariaman District. The population consisted of all postpartum mothers in 2024 within the Kampung Dalam Community Health Center working area, totaling 349 mothers. The study employed a cross- sectional design. Sampling was done using systematic random sampling, with a total sample size of 78 pregnant women. Data were collected through questionnaires. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the Chi-square test. The study found that most pregnant women in the working area of Kampung Dalam Community Health Center were primiparous (64.1%), while knowledge (59%), attitudes (59%), and husband support (60.3%) were found to be inadequate. ANC visits were generally incomplete (61.5%). The analysis revealed that knowledge, attitudes, and husband support were significantly associated with antenatal care visits (p-value < 0.05). However, parity did not show a significant relationship (p-value > 0.05). It is hoped that pregnant women can attend ANC visits according to standards by utilizing information provided by healthcare workers so that government programs can achieve their targets and reduce morbidity and mortality rates in the future.