Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Preterm di RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2023
- Penulis
- Shanty Dewitri Hakim
- Pembimbing
- Nurul Amalina
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Persalinan preterm merupakan salah satu penyumbang terbesar pada kematian perinatal dan kesakitan neonatus. Di RSUP DR M Djamil Padang terdapat 390 kasus persalinan preterm dari 569 persalinan tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi persalinan preterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian survei analitik dengan desain Case Control,. Dilakukan pada bulan Januari 2024 sampai Juni 2024 dengan memperoleh catatan medikal record dengan sampel sebanyak 644 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, 322 orang kelompok kontrol dan 322 orang kelompok kasus. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian 186 orang (28,9%) mengalami pre eklampsia, sedangkan 458 orang (71,1%) tidak. 108 orang (16,8%) pendarahan antepartum, sedangkan 536 orang (83,2%) lainnya tidak. 69 orang (10,7%) mengalami KPD sedangkan 575 orang (89,3%) lainnya tidak. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square didapatkan p-value 0,000 untuk hubungan antara pre eklampsia berat dengan persalinan preterm, p-value 0,035 untuk hubungan antara pendarahan antepartum dengan persalinan preterm, dan 0,000 untuk hubungan antara ketuban pecah dini dengan persalinan preterm. Dapat disimpulkan ada hubungan pre eklampsia berat, pendarahan antepartum dan ketuban pecah dini dengan persalinan preterm dengan nilai p-value < 0,05. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan dan dokter, untuk meningkatkan skrining dan pemantauan terhadap ibu hamil dengan faktor risiko seperti hipertensi dalam kehamilan, ketuban pecah dini, dan perdarahan ante partum. Diperlukan edukasi berkelanjutan kepada ibu hamil terkait tanda bahaya kehamilan dan pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin guna menurunkan angka kejadian persalinan preterm. Abstract (EN): Preterm birth is one of the largest contributors to perinatal mortality and neonatal morbidity. At Dr. M. Djamil General Hospital, Padang, there were 390 cases of preterm birth out of 569 deliveries in 2022. This study aims to determine the factors influencing preterm birth at Dr. M. Djamil General Hospital, Padang. This study used an analytical survey with a case-control design. It was conducted from January 2024 to June 2024. Medical records were obtained from a sample of 644 patients. The sample was divided into two groups: 322 controls and 322 cases. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the Chi-square test. The results showed that 186 (28.9%) women had preeclampsia, while 458 (71.1%) women did not. 108 (16.8%) women had antepartum hemorrhage. Meanwhile, 536 (83.2%) women did not. Sixty-nine (10.7%) women experienced PROM, while 575 (89.3%) women did not. Bivariate analysis using Chi-square analysis yielded a p-value of 0.000 for the association between severe preeclampsia and preterm delivery, a p-value of 0.035 for the association between antepartum hemorrhage and preterm delivery, and a p-value of 0.000 for the association between premature rupture of membranes and preterm delivery. It can be concluded that there is a relationship between severe preeclampsia, antepartum hemorrhage, and premature rupture of membranes and preterm delivery, with a p- value