Faktor yang berhubungan dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Tahun 2016
- Penulis
- Rizki Akbar
- Pembimbing
- Aria Wahyuni; Fitria Fatma
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 07 April 2017
Abstrak
Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap pengrajin songket di Kecamatan Silungkang ditemukan pengrajin songket yang mengalami resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) yaitu sakit pada bagian punggung 10%, leher 20%, lengan dan pergelangan tangan 50%. Pengrajin songket telah bekerja selama 5-10 tahun bahkan ada yang lebih dari 10 tahun dengan rata-rata lama waktu bekerja 12-15 jam/hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 334 orang dan sampelnya 77 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Accidental Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara postur kerja (p = 0,002) nilai OR 5,328, durasi kerja (p = 0,0005) nilai OR 8,400 dengan gejala Musculoskeletal Disorders dan tidak adanya hubungan yang bermakna antara beban kerja (p = 0,088) nilai OR 2,471 dengan gejala Musculoskeletal Disorders pada pengrajin songket tradisional di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara durasi kerja dengan gejala Musculoskeletal Disorders. Disarankan perlu adanya penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja terutama tentang resiko gejala Musculoskeletal Disorders kepada seluruh pengrajin songket tradisional agar dapat menghindari terjadinya gejala Musculoskeletal Disorders tersebut. Abstract (EN): Based on a survey conducted on artisans in the district songket songket Silungkang found craftsmen who runs the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) is pain in the back of 10%, 20% neck, arm and wrist 50%. Songket craftsmen have been working for 5-10 years and some have more than 10 years with the average length of time working 12-15 hours / day. This study aims to determine the factors associated with symptoms of Musculoskeletal Disorders craftsman traditional songket in District Silungkang Sawahlunto City. This study uses quantitative methods to the type of descriptive analytic and cross sectional approach. The population in this study as many as 334 people and the sample 77 people and a way of sampling using accidental sampling method. The study was conducted in September 2016. The measurement data using questionnaires and interviews. Analysis of the data in this study using frequency distribution and Chi -square test. Statistical analysis showed a significant relationship between work posture (p = 0.002) 5.328 OR values, duration of action (p = 0.0005) with a value of OR 8.400 Musculoskeletal Disorders symptoms and no significant correlation between workload (p = 0.088) OR value of 2.471 with symptoms Musculoskeletal Disorders craftsman traditional songket in District Silungkang Sawahlunto City. The conclusion of this study is a highly significant correlation between the duration of symptoms Musculoskeletal Disorders. Suggested the need for health education and safety, especially on risk symptoms Musculoskeletal Disorders to all artisans of traditional songket in order to avoid the occurrence of symptoms Musculoskeletal Disorders.