Faktor risiko tinggi dalam kehamilan dengan kejadian berat badan lahir rendah ( BBLR ) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Pati Tahun 2024.
- Penulis
- Yani Putri Rama
- Pembimbing
- Nurul Amalina
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Tingginya angka kejadian BBLR tahun 2024 di Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat di UPTD Puskesmas Tanjung Pati yang berjumlah 14 bayi perkelahiran hidup.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Faktor risiko tinggi dalam kehamilan dengan kejadian berat badan lahir rendah ( BBLR ) di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Pati tahun 2024. Penelitian ini kuantitatif menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil risiko tinggi yang memiliki usia kehamilan ≥28 minggu, berjumlah 143 orang dan Sampel 64 orang. Teknik pengambilan sampel secara random sampling,pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada responden menggunakan lembar ceklis. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (43,8%) memiliki usia beresiko. (45,3%) memiliki paritas beresiko (32,8%) mengalami kurang energi kronis, (48,4%) mengalami anemia, (21,9%) mempunyai riwayat hipertensi,(4,7%) mempunyai kelainan jumlah janin, (21,9%) mempunyai kelainan besar janin, (26,6%) memiliki bayi BBLR. Hasil uji statistik usia dengan kejadian BBLR p=0,042, KEK dengan kejadian BBLR p=0,039, riwayat hipertensi dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan jumlah janin dengan kejadian BBLR p=0,003, kelainan besar janin dengan kejadian BBLR p=0,000 paritas dengan kejadian BBLR p=0,333,anemia dengan kejadian BBLR p=0,485. Kesimpulan ada hubungan usia, KEK, riwayat hipertensi, kelainan jumlah janin, kelainan besar janin dengan kejadian BBLR, tidak ada hubungan paritas, anemia dengan kejadian BBLR. Diharapkan Puskesmas dapat menjalankan program-program seperti penyuluhan yang dapat mengidentifikasi dan meningkatkan motivasi ibu dalam memelihara kehamilan yang sehat dan mewaspadai faktor-faktor resiko kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, serta dapat menyusun sebuah perencanaan program yang akan membantu menurunkan angka kejadian ibu hamil risiko tinggi dan BBLR. Abstract (EN): The high incidence of Low Birth Weight (LBW) in 2024 in Lima Puluh Kota Regency is particularly notable at the UPTD Tanjung Pati Health Center, with 14 LBW cases per live birth. The aim of this study is to determine the high-risk factors in pregnancy associated with the incidence of LBW in the working area of UPTD Tanjung Pati Health Center in 2024. This research is quantitative, using an analytical observational method with a cross- sectional approach. The population of this study consists of high-risk pregnant women with a gestational age of ≥28 weeks, totaling 143 individuals, with a sample size of 64 individuals. The sampling technique used was random sampling, and data collection was carried out through direct interviews with respondents using a checklist. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results of the study showed that 43.8% had a risky age, 45.3% had a risky parity, 32.8% experienced Chronic Energy Deficiency (KEK), 48.4% were anemic, 21.9% had a history of hypertension, 4.7% had abnormalities in the number of fetuses, 21.9% had abnormalities in fetal size, and 26.6% had LBW babies. The chi-square test results showed significant associations between age and LBW incidence (p=0.042), KEK and LBW incidence (p=0.039), history of hypertension and LBW incidence (p=0.003), abnormalities in the number of fetuses and LBW incidence (p=0.003), abnormalities in fetal size and LBW incidence (p=0.000). However, there was no significant association between parity and LBW incidence (p=0.333), or between anemia and LBW incidence (p=0.485). The conclusion is that age, KEK, history of hypertension, abnormalities in the number of fetuses, and abnormalities in fetal size are associated with LBW incidence, while parity and anemia are not. It is recommended that the health center implement programs such as counseling that can identify and motivate mothers to maintain a healthy pregnancy and be aware of the risk factors for LBW, as well as develop a program plan to help reduce the incidence of high-risk pregnancies and LBW.