Faktor-Faktor Yang Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015
- Penulis
- Prima Novriyeni
- Pembimbing
- Rini Santy; Yelmi Reni Putri
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 15 April 2017
Abstrak
enyebabkan kematian. Di wilayah kerja Puskesmas Sungai Dareh sampai dengan bulan Juli 2015 terdapat 57 kasus gigitan HPR seperti anjing, kucing, dan kera. Survei awal terhadap 10 orang keluarga, 30 % diantara mereka memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami gigitan hewan penular rabies. Di lingkungan tempat tinggal mereka banyak anjing dan kucing liar yang berkeliaran, hanya 40% yang mengetahui tentang tanda dan ciri hewan yang sudah terjangkit rabies, tetapi mereka tidak melakukan tindakan pencegahan dengan segera melaporkannya ke kepala desa atau dinas peternakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan hewan penular rabies. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Dareh pada bulan September 2015. Populasi sebanyak 6.039 keluarga, dan yang menjadi sampel 98 keluarga diambil secara quota sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil analisis univariat diketahui 32,7 % terjadi gigitan HPR pada anggota keluarganya, 42,9 % lingkungan tempat tinggal beresiko, 26,5 % perilaku kurang baik dan 23,5 % pengetahuan kurang baik tentang vaksinasi rabies. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan hewan penular rabies adalah lingkungan (p = 0,012 dan OR = 3,333), perilaku (p = 0,001 dan OR = 5,600), dan vaksinasi rabies (p = 0,011 dan OR = 3,832). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan kejadian gigitan hewan penular rabies adalah lingkungan, perilaku dan vaksinasi rabies. Oleh sebab itu, diharapkan pada pihak Puskesmas agar mengadakan penyuluhan tentang hewan penular rabies dan tindakan pencegahan gigitan hewan penular rabies. Abstract (EN): Rabies is a contagious disease of animals sourced and can cause death. In Sungai Dareh Health Center until the month of July 2015 there were 57 cases of bites animal rabies such as dogs, cats, and monkeys. Initial survey of 10 family members, 30% of them have family members who have had animal bite rabies. In the neighborhood where they live many dogs and stray cats hanging around, only 4 of them (40%) were aware of the signs and characteristics of animals that have been infected with rabies, but they do not take precautions with to soon report to the head of the village or animal husbandry department. The aim of research to determine the factors associated with the incidence of animal rabies bites. Analytic descriptive research with cross sectional approach. The experiment was conducted in Sungai Dareh Health Center in September 2015. The population of as many as 6039 families, and the family of 98 samples taken by quota sampling. Data were collected through interviews guided by the guide questionnaire, then processed and analyzed by computerized. Results of univariate analysis are known, 32.7% occurred in the HPR bite family members, 42.9% living environment at risk, 26.5% less good behavior and 23.5% poor knowledge about the rabies vaccination. Bivariate analysis results are known factors related to the incidence of animal bite is rabies environment (p = 0.012 and OR = 3,333), behavior (p = 0.001 and OR = 5.600), and rabies vaccination (p = 0.011 and OR = 3.832). It was concluded that factors related to the incidence of animal bite is rabies environment, behavior and rabies vaccination. Therefore, it is expected at the health center in order to conduct outreach about animal rabies and animal bites precaution rabies.