Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Stroke Berulang di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi Tahun 2015
- Penulis
- Deri Gustiani
- Pembimbing
- Wenny Lazdia
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 18 April 2017
Abstrak
Stroke adalah keadaan dimana sel-sel otak mengalami kerusakan karena tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Stroke termasuk penyakit cerebrovasculer (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan jumlah responden 40 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, yang menjadi responden adalah penderita stroke yang melakukan terapi di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pola makan baik sebanyak 23 orang (57.5 %), responden yang memiliki aktivitas fisik ringan sebanyak 17 orang (42.5), dan responden yang tidak mengalami stress sebanyak 13 orang (32.5 %). Dari hasil uji statistik, didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian stroke berulang di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi dimana p=0.512, tidak ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kejadian stroke berulang di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi dimana p=0.187, ada hubungan yang bermakna antara stress dengan kejadian stroke berulang di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi dimana p=0.006 Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian stroke berulang, namun ada hubungan antara stress dengan kejadian stroke berulang. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar memberi pengetahuan dan meningkatkan pelayanan untuk mencegah terjadinya stroke berulang. Abstract (EN): Stroke is a condition where the cells in the brain get the damage because there is not enough oxygen and nutrition in the brain. Stroke is cerebrovasculer (blood vessel in the brain) that is started with the dead of brain tissue (infark serebral) that is happened because the decreasing of blood and oxygen to the brain. The decreasing of the blood and oxygen can be caused by the blockage, constriction, and vessels broke. This is analytic descriptive research with 40 respondents. This research was held on July 2015. The samples were taken by using accidental sampling technique, where the respondents are the patients of stroke that got the therapy in Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi. Based on this research, it can be seen that 23 (57.5%) respondents had a good eating habits, 17 respondents (42.5%) had light physics activity, and 13 respondents (32.5%) did not get stress. From the statistical analysis, it was found that there is no correlation between the eating habit and reiterates stroke in Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi where p=0.512, there is no correlation between physics activity and reiterates stroke in Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi where p=0.187, there is a correlation between stress and reiterates stroke in Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi where p=0.006 Based on this research, it can be concluded that there is no correlation between eating habit and physics activity to the reiterates stroke, but there is a correlation between the level of stress and reiterates stroke. It is hoped to the medics to give a knowledge and increase the service to prevent the reiterates stroke.