Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja pada Polisi Lalu Lintas di Polres Kota Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Regina Fadilla
- Pembimbing
- Neila Sulung; Cici Apriza Yanti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Polisi lalu lintas merupakan kesatuan lalu lintas yang bertugas membinadan dalam batas kewenangan yang ditentukan, dilihat dari kondisi kerja polisi lalu lintas yang sangat berbahaya yang menjadi salah satu sumber penyebab terjadinya stress. Stress juga dapat muncul dilingkungan kerja polisi yang dituntut untuk selalu berdisiplin tinggi. Bukittinggi sebagai Kota wisata yang padat pengunjung dan keterbatasan lahan parkir yang membuat para angota Satuan Lalu Lintas Polres Kota Bukittinggi mengalami kesusahan dalam pengaman dan pengaturan lalu lintas dan juga beban kerja yang diterima berat sebagian dari angota Satuan Lalu Lintas kurang memiliki waktu untuk beristirahat. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja polisi lalu lintas. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh anggota Polantas Polres Kota Bukittinggi berjumlah 68 orang, dengan pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner.. Hasil analisis univariat diketahui 58,8 % menyatakan beban kerja berat, 58,8 % memiliki jam kerja sesuai, 69,1 % menyatakan hubungan interpersonal buruk dan 66,2 % mengalami stres sedang. Hasil analisa bivariat diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja polisi adalah beban kerja (p = 0,036 dan OR = 3,444), jam kerja (p = 0,010 dan OR = 5,429) dan hubungan interpersonal (p = 0,010 dan OR = 4,364). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan stres kerja polisi lalu lintas adalah beban kerja, jam kerja dan hubungan interpersonal. Diharapkan pada pimpinan Polres Kota Bukittinggi agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja bagi para anggota Polisi terutama Polisi Lalu Lintas. Abstract (EN): The traffic police is the unity of traffic served to foster within the limits prescribed authority, judging from the traffic police working conditions are extremely dangerous to be one of the cause of a stress. Stress can also arise in the work environment police are required to always disciplined. City of London as a tourist crowded and limited parking area make the members of the Traffic Police Unit of Bukittinggi in trouble in safety and traffic control and also received a heavy workload as part of the Traffic Unit members have less time to rest. The aim of research to determine the factors associated with job stress traffic police. Descriptive analytic method with cross sectional design. The population of Bukittinggi City Police Traffic Police members amounted to 68 people, with a total ssampling. Data were collected through interviews with the questionnaire guide, and then processed in a computerized using chi-square statistical test The results of the univariate analysis are known 58.8% stated that the heavy workload, 58.8% have a suitable working hours, 69.1% said poor interpersonal relationships and 66.2% experienced moderate stress. The results of the bivariate analysis of unknown factors related to the stress of police work is the work load (p = 0.036 and OR = 3,444), working hours (p = 0.010 and OR = 5,429) and interpersonal relationships (p = 0.010 and OR = 4,364). It was concluded that factors related to the stress of traffic police work is the workload, hours of work and interpersonal relationships. Expected in Bukittinggi City Police leadership to pay attention to health and safety for its members, especially the Police Traffic Police.