Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Kontruksi Gedung Dan Perumahan Di Kota Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Silvia Rahmi
- Pembimbing
- Rudjito; Vina Novela
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan masalah utama saat ini didunia kerja, dilihat dari masih adanya pekerja yang tidak mau menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja saat bekerja, pengetahuan pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sudah baik, tetapi masih ada pekerja yang pengetahuan rendah mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, sikap pekerja yang buruk saat bekerja, penyediaan APD yang masih di angap tidak perlu oleh manajemen kontruksi, dan pengawasan masih ada yang kurang. Pekerja berangapan kalau menerapkan keselamtan dan kesehatan kerja dapat memperlambat pekerjaan dan menganggu pekerjaan. Penelitian ini bersifat analitik mengunakan rancangan cross sectional jumlah sampel 71 orang yang diambil secara random sampling dengan tingkat kemaknaan 90% (α 0,1). Analisis data mengunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diantara 71 responden diketahui Pengetahuan responden yang Tinggi sebanyak 59 (83,1%), sikap pekerja yang baik yaitu sebanyak 55 (77,5%) responden, penyediaan APD yang lengkap 60 (84,5%), dan pengawasan tidak ada dilakukan 36 (50,7%) responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan penerapan K3 adalah pengetahuan pekerja (p=0,022), sikap (p=0,004), penyediaan APD (p=0,013), dan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengawasan dengan penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja (p=1,000). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pekerja , sikap, penyediaan APD berhubungan bermakna dengan Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja dan di harapkan kepada pihak dinas sosial dan ketenagakerja dan BPJS ketenagakerjaan agar memberikan penyuluhan mengenai penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja kontruksi agar terhindar dari bahaya di tempat kerja dan kecelakaan kerja penyakit akibat hubungan kerja. Abstract (EN): The application of health and safety is a major problem today in the world of work, be inferred from the presence of the workers are not willing to implement safety and health at work, knowledge workers on occupational safety and health has been good, but there are still workers who are low know ledge on occupational safety and health work, poor attitude of workers at work, provision of PPE still was regarded not need the construction management and supervision are still missing. Berangapan workers when applying salvation and health can slow work and interfere with work. This research is an analytic using cross sectional sample of 71 people taken at random sampling of the significance level of 90% (α 0,1). Data analysis using Chi-square test. This research was conducted in July-August in the city of Bukittinggi year 2016. This study was conducted in July-August 2016 in Bukittinggi. The results of this study showed that among 71 respondents note High Knowledge of respondents who were 59 (83.1%), a good worker attitude that as many as 55 (77.5%) of respondents, providing a complete APD 60 (84.5%), and no monitoring is done 36 (50.7%) of respondents. Results of bivariate analysis showed that the variables associated with the implementation of K3 are knowledge workers (p = 0.022), attitude (p = 0.004), the provision of PPE (p = 0.013), and there is no significant relationship between supervision by the application of safety and occupational health (p = 1.000). It was concluded that the knowledge workers, the attitude, the provision of PPE associated significantly with the adoption of safety and occupational health and is expected to the social services and employment and BPJS employment in order to provide counseling regarding the application of the safety and health of construction in order to avoid hazards in the workplace and disease due to occupational accidents employment relationship.