Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Evaluasi Keterlibatan Elemen Masyarakat dan Pemerintah dalam Penanggulangan Masa...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Evaluasi Keterlibatan Elemen Masyarakat dan Pemerintah dalam Penanggulangan Masalah Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2024

Penulis
Piarni
Pembimbing
Nina Fitri
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Temuan kasus anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung menunjukkan peningkatan dari 41 kasus di tahun 2022 menjadi 85 kasus di tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlibatan elemen masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini sebanyak 9 orang meliputi Kepala Puskesmas Lubuk Basung, Korodinator KIA, Wali Nagari, Jorong, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Kader Kesehatan, PKK dan Ibu Hamil. Pengumpulan menggunakan metode triangulasi (wawancara, dokumentasi dan observasi) analisis data menggunakan metode collaizi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penanggulangan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung telah melibatkan elemen masyarakat dan pemerintahan namun implementasinya masih kurang maksimal karena kurangnya koordinasi antar pihak serta belum adanya SDM khusus serta pelatihan khusus dari elemen masyarakat terkait penanggulangan anemia pada ibu hamil. Bentuk program yang melibatkan elemen masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung adalah penyediaan sarana posyandu, program PMT pangan lokal, penyuluhan serta edukasi calon pengantin. Disimpulkan bahwa penanggulangan anemia pada ibu hamil telah melibatkan elemen masyarakat, namun keterlibatan tersebut belum khusus untuk penanggulangan anemia pada ibu hamil serta masih kurangnya koordinasi antar pihak. Diharapkan kepada pihak pemerintah untuk membentuk regulasi khusus yang melibatkan elemen masyarakat agar tercipta SOP khusus serta adanya SDM khusus dari elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan anemia pada ibu hamil. Abstract (EN): The number of anemia cases among pregnant women in the working area of Lubuk Basung Health Center increased from 41 cases in 2022 to 85 cases in 2023. This study aimed to evaluate the involvement of community elements and the government in addressing anemia among pregnant women in the Lubuk Basung Health Center working area. This descriptive study used a qualitative approach. The informants consisted of 10 individuals, including the Head of Lubuk Basung Health Center, MCH (Maternal and Child Health) Coordinator, Wali Nagari, Jorong, community leaders, religious leaders, health cadres, PKK members, pregnant women, and their families. Data were collected using the triangulation method (interviews, documentation, and observation) and analyzed using the Collaizi method. The study results showed that anemia management for pregnant women in the Lubuk Basung Health Center area has involved both community and government elements. However, the implementation remains suboptimal due to a lack of coordination among stakeholders, the absence of specialized human resources, and the lack of specific training for community members related to anemia management among pregnant women. Programs involving the community and government in addressing anemia in pregnant women included the provision of posyandu (integrated health posts) facilities, a local food-based supplementary feeding program (PMT), counseling, and premarital education. It was concluded that while community involvement is present in managing anemia among pregnant women, it lacks specificity and adequate coordination. Therefore, it is recommended that the government establish specific regulations involving community elements to create a standard operating procedure (SOP) and ensure the availability of trained human resources from the community for anemia management among pregnant women.

Kata Kunci

Anemia Ibu Hamil Masyarakat