Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Skripsi 2017

Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Kelurahan Koto Selayan Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015

Penulis
Inggra Wahyuni
Pembimbing
Rini Santy; Efriza
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
11 April 2017

Abstrak

Fe dan Mn merupakan logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam kadar tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun dalam kadar yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Dalam air minum, kadar besi yang diperbolehkan yakni masing- masing 0,2 mg/L dan 0,4 mg/L sedangkan untuk kadar maksimum yang diperbolehkan kandungan zat besi (Fe) untuk air bersih adalah 0,3 Mg/l (PerMenKes RI, 2010). Penelitian ini Untuk Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015. Telah dilakukan penelitian Analisis Perbedaan Kadar Fe Air Sebelum Dan Sesudah Disaring Arang Tempurung Kelapa Di Kenagarian Koto Selayan Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2015 dengan penelitian Quasi eksperimental design dan populasi penelitian ini 70 buah sumur gali. Sampel menggunakan metode teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 8 sumur gali. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik dependen sampel t-test dependent dengan derajat kepercayaan 95%(α= 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 sumur gali, Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan sebelum dilakukan perendaman dengan arang tempurung kelapa, dibandingkan dengan rendaman 12 jam dengan P value 0.011 . Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan sebelum dilakukan perendaman dengan arang tempurung kelapa, dibandingkan dengan rendaman 24 jam dengan P value 0.011.Ada perbedaan kadar zat besi (Fe) yang signifikan setelah direndam 12 jam, dengan rendaman 24 jam menggunakan arang tempurung kelapa dengan P value = 0.00 Kesimpulan dari penelitian ini yaitu arang batok kelapa efektif dalam penurunan kadar Fe pada perendaman 12 jam dan 24 jam pada air sumur di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi tahun 2015. Disarankan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Agar dilakukan pemeriksaan parameter kimia pada sumur gali masyarakat secara berkala. Abstract (EN): Fe and Mn are essential heavy metal, where its presence in some measure is needed by the human body, but excessive levels may cause toxic effects. In drinking water, the iron content is allowed that each 0.2 mg/l and 0.4 mg/l, while for the maximum allowable concentration in iron (Fe) for water is 0.3 Mg/l (Permenkes RI 2010). This study For Difference Analysis Fe Content Filtered Water Before And After Coconut Shell Charcoal In Public Healt Center Nilam Sari Bukittinggi 2015 . Difference Analysis research has been done Fe Content Filtered Water Before And After Coconut Shell Charcoal On Koto Selayan Public Healt Center Nilam Sari Bukittinggi year 2015. The research was conducted in October 2015 with Quasi- experimental research design and study population is 70 wells dug. Samples using purposive sampling method. The number of samples in this study were 8 wells. The analysis in this study using univariate and bivariate statistical test dependent dependent sample t-test with a 95% confidence level ( α = 0.05) The results showed that out of 8 wells, There are differences in the levels of iron (Fe) significantly prior to immersion in coconut shell charcoal, compared with a 12 -hour immersion with P value of 0.011. There are differences in the levels of iron (Fe) significantly prior to immersion in coconut shell charcoal, compared with a 24 -hour immersion with P value 0.011. Differences in levels of iron (Fe) significantly after being soaked 12 hours, with 24 hours using a marinade charcoal coconut with a P value of 0:00. The conclusion from this research that coconut shell charcoal is effective in decreased levels of Fe at a 24 -hour immersion in water wells in Public Healt Center Nilam Sari Bukittinggi in 2015. It is recommended to the Health Center and the Department of Health in order to inform the public about the decreased levels of fe in water by immersion for 24 hours with coconut shell charcoal.

Kata Kunci

Arang batok kelapa kadar Fe waktu perendaman (12 jam dan 24 jam)