Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Daun Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb) Dan Uji Aktivitas Uji Aktivitas Anti Bakteri Staphylococcus aureus.
- Penulis
- Farhan Dika Athoullah Rosya
- Pembimbing
- Harry Ade Saputra
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Tanaman yang memiliki sifat antimikroba banyak ditemukan dalam berbagai jenis, dan masing-masing jenis memiliki bahan bioaktif yang berbeda yang memiliki sifat antimikroba yang kuat melawan patogen. Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb.) Gambir merupakan produk utama yang dihasilkan dari ekstraksi daun dan ranting tanaman Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb. Dua komponen utama dalam ekstrak gambir adalah katekin dan asam katekutannat yang keduanya memiliki nilai manfaat tinggi dalam dunia farmasi dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dari fraksi daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) serta aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Fraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol, kemudian hasil ekstrak difraksinasi dengan pelarut n- heksana, etil asetat dan air. Identifikasi kandungan metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, sedangkan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil skrining menunjukkan bahwa daun gambir mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Analisis LC-HRMS mengidentifikasi adanya katekin, quercetin dan turunannya yang diketahui memiliki efek antibakteri. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa semua fraksi memiliki aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus dengan zona hambat 18,50–25 mm (kategori kuat hingga sangat kuat). Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas paling tinggi dengan zona hambat 22–25 mm, fraksi air 21–23 mm, sedangkan fraksi n-heksan relatif lebih rendah 18,50–20,84 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun gambir khususnya fraksi etil asetat, memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan gambir sebagai alternatif terapi herbal dalam mengatasi infeksi bakteri serta mendukung upaya mengurangi resistensi antibiotik. Abstract (EN): Plants with antimicrobial properties are widely found in various types, each containing different bioactive compounds with strong antimicrobial activity against pathogens. Gambir (Uncaria gambir Roxb.) is the main product obtained from the extraction of leaves and twigs of the Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb. plant. The two major components of gambir extract are catechin and catechu- tannic acid, both of which have high value in the pharmaceutical and health fields. This study aimed to determine the secondary metabolite content of gambir leaf fractions (Uncaria gambir Roxb.) and their antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Fractionation was carried out by maceration using ethanol, followed by extraction with n-hexane, ethyl acetate, and water solvents. Identification of secondary metabolites was performed through phytochemical screening and LC-HRMS analysis, while antibacterial activity was tested using the agar diffusion method. Screening results showed that gambir leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. LC-HRMS analysis identified catechin, quercetin, and its derivatives, all of which are known to have antibacterial effects. Antibacterial tests revealed that all fractions exhibited inhibitory activity against Staphylococcus aureus with inhibition zones ranging from 18.50–25 mm (strong to very strong category). The ethyl acetate fraction showed the highest activity with inhibition zones of 22–25 mm, followed by the water fraction (21–23 mm), while the n-hexane fraction showed relatively lower activity (18.50–20.84 mm). Based on these results, it can be concluded that gambir leaf fractions, particularly the ethyl acetate fraction, have potential as a source of antibacterial compounds against Staphylococcus aureus. This study provides a scientific basis for the development of gambir as an alternative herbal therapy for bacterial infections and supports efforts to reduce antibiotic resistance.