Analisis Ketepatan Metode Perencanaan Terhadap Ketersediaan Stok Obat di Puskesmas X dan Y
- Penulis
- Yodira Nabila
- Pembimbing
- Rizqa Hasanah
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Perencanaan merupakan proses menetapkan jenis dan jumlah obat yang dibutuhkan dengan pola penyakit serta kebutuhan pelayanan dengan tujuan penggunaan obat secara rasional dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat. Pada puskesmas X dan Y masalah yang sering terjadi yaitu tidak sesuai antara jumlah permintaan obat yang dibutuhkan dan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang ketersediaan obat di puskesmas X dan Y terutama mengenai proses perencanaan obat. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang yaitu apoteker, pengelola gudang farmasi, imunisasi, gizi, PTM. Penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat di puskesmas masih minim dan masih terdapat adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan kebutuhan puskesmas dengan anggaran dan juga terdapatnya kekosongan obat pada laporan ketersediaan obat. Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan data kesesuian perencanaan obat, tahap pemilihan obat serta tahap kompilasi pemakaian obat. Indikator konsumsi merupakan cara yang ditempuh oleh peneliti untuk dapat mengetahui perhitungan kebutuhan obat yang digunakan, karena konsumsi obat di pandang sebagai proyeksi jumlah kebutuhan obat tahun selanjutnya. Disarankan agar prosedur dan tata kerja perencanaan obat dapat disesuaikan dengan konsumsi kebutuhan obat dan agar membuat tim perencanaan serta lebih memperhatikan koordinasi dan mekanisme penggunaan obat. Abstract (EN): Planning is the process of determining the type and quantity of medicines needed based on disease patterns and service needs, with the aim of promoting rational drug use and improving the efficiency of medicine usage. At Community Health Centers (Puskesmas) X and Y, a common issue is the mismatch between the quantity of medicines requested and the amount received. The purpose of this study is to gather information on medicine availability at Puskesmas X and Y, particularly focusing on the drug planning process. This is a qualitative study using a descriptive approach. The informants in this study consisted of 10 individuals, including pharmacists, pharmacy warehouse managers, and staff from immunization, nutrition, and non-communicable disease (NCD) programs. The study found that medicine availability at the health centers is still limited, and there remains an imbalance between the actual needs of the health centers and the allocated budget. Additionally, stockouts were found in the drug availability reports. These issues are closely related to the accuracy of drug planning data, the medicine selection phase, and the compilation stage of drug usage data. The consumption indicator was used by the researchers as a means to calculate medicine needs, since drug consumption is seen as a projection of the following year's medicine requirements. It is recommended that the procedures and workflows of drug planning be adjusted to match actual drug consumption, and that a planning team be established with improved coordination and better mechanisms for medicine use.