Analisis Kebijakan Pencegahan dan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2016
- Penulis
- Frima Surya Fitri
- Pembimbing
- Evi Hasnita; Harisnal
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 07 April 2017
Abstrak
Kabupaten Agam, khususnya wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung merupakan daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena adanya kecendrungan peningkatan kasus dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Setiap ada kasus, kebiasaan masyarakat selalu meminta fogging sesegera mungkin sehingga upaya kebijakan yang dilakukan oleh instansi yang terkait tidak sesuai dengan standar operasional (SOP). Tujuan Penelitian untuk mengeksplorasi kebijakan program pencegahan dan penanggulangan demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatori. Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara kemudian dianalisa melalui transkrip, konten hasil wawancara dan tringulasi pada pemangku kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan komitmen yang kuat untuk pencegahan dan penanggulangan DBD, bentuk koordinasi yang jelas dilapangan, adanya upaya efektif untuk pencegahan berupa gerakan 3M Plus, pengendalian vektor dan sosialisasi di masyarakat. Meningkatkan suveilance/ pengamatan kasus secara aktif, memaksimalkan penyelidikan epidemiologi kasus, meningkatkan promosi kesehatan melalui radio, leaflet dan penyuluhan ke institusi pendidikan, kantor dan sarana umum, serta himbauan- himbauan yang ada saat ini direkomendasikan untuk dibuatkan dalam bentuk kebijakan yang lebih kuat secara berjenjang mulai dari jorong, nagari, kecamatan dan kabupaten. Berdasarkan hal tersebut diharapkan pihak terkait dapat membentuk dan mengaktifkan kembali Pokjanal DBD, menggerakan masyarakat dengan strategi Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat (ABG) serta didukung dengan kebijakan untuk membuat peraturan daerah. Abstract (EN): Agam district, especially Lubuk Basung Health Centre is endemic Dengue Hemorrhagie Fever (DHF) for their trend of increase in cases from 2011 to 2015. Every case, people always ask fogging as soon an possible so that policy efforts undertaken by the agency not in accordance with the relevant operasional standards (SOP). The purpose of this study was to explore the program policy of prevention and control of dengue in Lubuk Basung Health Centre 2016. This study used a qualitative method with cases study approach explanatory. Collecting data using interview guide is then analyzed through transcrips, interviews and trigulation content on stakeholders. The results showed that it takes a strong commitment to the prevention and control of dengue fever, a good coordination to prevent dengue cases, their efforts to be effective for the prevention of 3 M Plus, vector control and socialization in the community. Increase surveilence/observation of active case, maximizing the epidemiological investigation of cases, improving health promotion through radio, leaflets and outreach to education institutions, offices and public facilities, as well as the appeal calls the current recommended to be made in the from policy stronger gradually becan of oblong, villages, districts and counties. Expected parties concerned can esrablish and reactivate the working groups operating DBD, mobilize communities with advocacy strategy, social support and empowerment and supported by policies to make local regulations.