Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Cover Analisis Kadar Asam Retinioat Pada Krim Pemutih Wajah Dengan Menggunakan Metode Spektrofotormetri UV-Vis
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Analisis Kadar Asam Retinioat Pada Krim Pemutih Wajah Dengan Menggunakan Metode Spektrofotormetri UV-Vis

Penulis
Meftahul Hidayah
Pembimbing
Oryza Sativa Fitriani
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Krim pemutih merupakan sediaan kosmetik dengan terdapat campuran bahan kimia dan atau bahan lainnya dengan khasiat dapat memutihkan kulit atau memucatkan noda hitam pada kulit. Krim pemutih dapat mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit, seperti asam retinoat. Berdasarkan BPOM Asam retinoat dilarang digunakan dalam krim pemutih karena dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya krim pemutih wajah yang mengandung asam retinoat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak sembilan belas (19) produk krim pemutih yang beredar di Kota Bukitinggi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling dengan kriteria sampel tidak ter-registrasi BPOM dengan jumlah 18 sampel dan 1 sampel yang ter-registrasi BPOM. Metode penelitian yang digunakan adalah KLT dan Spektrofotometri UV-VIS. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode KLT menunjukkan noda bercak gelap berwarna hijau gelap pada sampel 11 dan 19 jika dilihat dibawah sinar UV 254 nm dengan nilai Rf yaitu 0,625 dan 0,637. Sedangkan hasil analisis kadar asam retinoate pada sampel 11 dan 19 berturut- turut terdapat 0,0026% dan 0,0029%. Maka dapat disimpulkan bahwa dari 18 sampel yang tidak ter-registrasi BPOM dan 1 sampel yang ter-registrasI BPOM pada krim pemutih wajah di Kota Bukittinggi terdapat 2 sampel yang positif yaitu sampel 11 (tidak ter-registrasi BPOM) dan sampel 19 (ter-registrasi BPOM) yang tidak memenuhi persyaratan BPOM RI (2022) melalui Peraturan Mentri Kesehatan RI No.445/MENKES/PER/V/1998. Abstract (EN): Whitening cream is a cosmetic preparation that contains a mixture of chemical substances and/or other ingredients that serve to whiten the skin or lighten dark spots. Whitening creams may contain harmful chemicals, such as retinoic acid. According to the Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM), retinoic acid is prohibited in whitening creams as it can cause dry skin, a burning sensation, and has teratogenic effects. The purpose of this study was to determine the presence of retinoic acid in facial whitening creams. The study involved nineteen (19) facial whitening cream products circulating in the city of Bukittinggi. The sampling technique used was total sampling, consisting of 18 products not registered with BPOM and 1 product that was BPOM-registered. The research methods used were Thin Layer Chromatography (TLC) and UV-VIS Spectrophotometry. The TLC results showed dark green spots on samples 11 and 19 under UV light at 254 nm, with Rf values of 0.625 and 0.637, respectively. The retinoic acid content in samples 11 and 19 was found to be 0.0026% and 0.0029%, respectively. It can be concluded that out of 18 unregistered and 1 registered facial whitening cream products in Bukittinggi, 2 samples tested positive for retinoic acid—sample 11 (unregistered) and sample 19 (registered)—both of which do not comply with the safety requirements set by BPOM RI (2022) as stated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 445/MENKES/PER/V/1998.

Kata Kunci

Asam Retinoat Krim Pemutih Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Spektrofotometri UV-Vis.