Analisis Evaluasi Pelaksanaan Program KB di wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi Tahun 2015
- Penulis
- Imelda Sari
- Pembimbing
- Nurhayati; Oktavianis
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 11 April 2017
Abstrak
Program KB diatur dalam UU nomor 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera. Keluarnya UU tersebut karena dirasakannya laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.Pencapaian pelaksanaan program KB berdasarkan kunjungan ke poli KB tahun 2014 yaitu 29,21 % sedangkan targetnya 100%.Penelitian ini bertjuan untuk menganalisis evaluasi pelaksanaan program KB di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin kota Bukittingi tahun 2015. Desain penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin kota Bukittinggi. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari 1 orang pemegang program KB di Puskesmas, 2 orag kader program KB dan 3 oranpeserta KB. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Untuk menganalisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa evaluasi pelaksanaan program KB belum terlaksana dengan baik. Hal itu di sebabkan oleh perilaku masyarakat yang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi dan diantaranya banyak yang sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Disimpulkan bahwa kendala yang ditemukan dalam evaluasi pelaksanaan program KB yaitu kurangnya partisipasi masyarakat yang mengikuti program KB. Oleh sebab itu diharapkan kepada masyarakat untuk mengikuti program KB dan petugas juga diharapkan untuk tidak menyerah dalam melakukan pelaksanaan program KB. Abstract (EN): The birth control programis regulated in Law number 10 Year1992 aboutthe development of population and family welfare. The issuance of this law is due tothe increasing in population.Theachievement of birth control programimplementation based on visits to the birth control polyclinic in 2014 was 29.21%, while the target is 100%. This study aims to analyze the evaluation of the birth control program implementation in Mandiangin Public Health Center Bukittinggi 2015. The design of this study is a qualitative approach. The study was conducted in October 2015 in MandianginPublic Health CenterBukittinggi. The Informants were selected by purposive sampling, namely 1 person in charge of birth control in that health center, 2 candidates of birth control program and 3 participants of birth control program. The data were collected through in-depth interview.The data were analyzed by performingdata collection, data reduction, data presentation and draw conclusion. The results of the evaluation showed that the implementation of birth control program has not done better. Sincethe public feel reluctant to use IntraUterine Devices (IUD) and they are engaged with their daily activities. It can beconcluded that the problemfound in the evaluation of birth control program implementation is the lack of public participation enrolled inbirth control program. Therefore, it is expected to the public to participate more in the birth control program and it is alsoexpected to the officers to give their strong efforts in implementing this program.