Analisis Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan Di Masa Pandemi Covid-19 Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2020

Categorie(s):
   Tesis
Author(s):
   Peringki, Depi
Advisor:
Sulung, Neila
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Faktor resiko stunting, pola asuh, covid-19.
DOI:
-
Abstract :
Stunting adalah suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada saat periode kritis dari proses tumbuh dan kembang mulai janin. Kekurangan gizi
pada masa kehidupan ini perlu perhatian serius. Untuk mengetahui faktor risiko
kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di masa Pandemi Covid-19
Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2020.Penelitian ini menggunakan metode Mixed Methods yaitu kuantitatif dan Kualitatif. Untuk penelitian kuantitatif menggunakan desain Case Control. Jumlah sampel sebanyak 162 maka sampel 81 kasus, 81 kontrol. Sedangkan untuk informan penelitian kualitatif berjumlah 24 orang yaitu kepala Puskesmas 5 orang, Penanggungjawab gizi 1 orang, kader posyandu 5 orang, Kepala Dinas Kesehatan 1 Orang, Kasi Kesga Gizi 1 orang, Wali Nagari 5 Orang, Kader Kesehatan 5 Orang, orang tua balita normal 3 orang, dan orang tua balita stunting 3 orang. Hasil uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah riwayat pemberian ASI eklusif dengan (OR =2,7) , pola asuh praktik pemberian makan (OR =2,2), pola asuh kebersihan diri dengan (OR =2,5) , riwayat penyakit infeksi dengan (OR =2,8) pelayanan kesehatan dengan (OR =4,1) sanitasi lingkungan dengan (OR =2,0), Tidak terdapat hubungan antara pola perawatan kesehatan dengan kejadian stunting dengan (OR =1,3) dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah pelayanan kesehatan dengan POR 5,101. Hasil penelitian kualitatif ditemukan bahwa belum tercapainya target program pencegahan stunting yang disebabkan karena kurang maksimalnya kegiatan yang dilakukan dalam masa pandemi covid-19.Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah
pelayanan kesehatan. Diharapkan petugas Puskesmas lebih gencar dalam
melakukan edukasi kepada Ibu balita terkait pola asuh dan Perilaku hidup bersih
dan sehat. Selain itu petugas di puskesmas harus meningkatkan koordinasi dengan kader posyandu.
Download From Google Drive