Pengaruh Perbedaan Spesies Luwak Terhadap Kadar Kofein Dari Kopi Luwak Jenis Robusta
Categorie(s):
Jurnal nasional
Author(s):
Yulia, Rahma; Adnan, Adek Zamrud; Putra, Deddi Prima
Advisor:
ISSN/ISBN:
eISSN/eISBN:
2502-0943
Volume:
Vol 4 No. 1 (2019) 1-8
Keyword(s):
Kofein, Kopi Luwak, Coffea Robusta, Luwak Pandan, Luwak Bulan
DOI:
http://doi.org/10.22216/jk.v4i1.3246
Abstract :
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh perbedaan spesies luwak terhadap kadar kofein dari kopi luwak jenis robusta (coffea robusta). Spesies luwak yang digunakan adalah Paradoxurus Hermophroditus (
Luwak Pandan) dan Arctictis Binturong ( Luwak Bulan). Kopi
yang dipakai adalah spesies Robusta ( Coffea Robusta). Kadar kofein kopi luwak robusta yang diberikan kepada dua spesies luwak tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode TLC Scanner secara kuantitatif. Proses Ekstraksi Kopi luwak robusta dilakukan dengan menggunakan pelarut diklorometan dan disonikasi selama 15 menit kemudian filtrate yang diperoleh disaring dengan kertas saring Whatman kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator.
Analisis kuantitatif dari kofein di ukur dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis ( KLT ) kemudian di Scanning dengan alat Densitometri (TLC Scanner) sehingga diperoleh
kadar kofein dari kopi luwak tersebut. Biji Kopi Robusta yang diberikan pada Spesies luwak Bulan (Arctictis Binturong ) mempunyai kadar kofein 1, 91 % dimana kadar kofein ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kopi robusta yang diberikan kepada luwak pandan (Paradoxurus Hermophroditus) yang hanya memiliki kadar kofein 1, 30 %. Berdasarkan analisis SPSS 21 menggunakan Anava tiga Jalan diketahui bahwa perbedaan spesies luwak mempengaruhi kadar kofein kopi luwak robusta.
Luwak Pandan) dan Arctictis Binturong ( Luwak Bulan). Kopi
yang dipakai adalah spesies Robusta ( Coffea Robusta). Kadar kofein kopi luwak robusta yang diberikan kepada dua spesies luwak tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode TLC Scanner secara kuantitatif. Proses Ekstraksi Kopi luwak robusta dilakukan dengan menggunakan pelarut diklorometan dan disonikasi selama 15 menit kemudian filtrate yang diperoleh disaring dengan kertas saring Whatman kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator.
Analisis kuantitatif dari kofein di ukur dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis ( KLT ) kemudian di Scanning dengan alat Densitometri (TLC Scanner) sehingga diperoleh
kadar kofein dari kopi luwak tersebut. Biji Kopi Robusta yang diberikan pada Spesies luwak Bulan (Arctictis Binturong ) mempunyai kadar kofein 1, 91 % dimana kadar kofein ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kopi robusta yang diberikan kepada luwak pandan (Paradoxurus Hermophroditus) yang hanya memiliki kadar kofein 1, 30 %. Berdasarkan analisis SPSS 21 menggunakan Anava tiga Jalan diketahui bahwa perbedaan spesies luwak mempengaruhi kadar kofein kopi luwak robusta.