AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT JENGKOL (Pithecellobium jiringa) DENGAN TIGA WAKTU MASERASI
Categorie(s):
Jurnal nasional
Author(s):
Surya, Alfin; Yesti, Yulia
Advisor:
ISSN/ISBN:
2685-5798
eISSN/eISBN:
2528-665X
Volume:
Volume 3;No.2(June,2018):78–82
Keyword(s):
Antioksidan, Metode DPPH
DOI:
http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v3i2.105
Abstract :
Kulit jengkol (Pithecellobium jiringa) sering ditemui di lingkungan sebagai limbah organik terutama di pasar-pasar tradisional. Selain merusak estetik lingkungan juga tidak memberikan nilai ekonomis. Untuk itu perlu dilakukan pemanfaatan kulit jengkol salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan berdasarkan perbedaan waktu maserasi pada ekstrak metanol
dari tanaman Pithecellobium jiringa (kulit jengkol). Penelitian ini mengunakan metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) sehingga menghasilkan IC50 : pada 24 jam sebesar 51,1387g/mL, pada 48 jam
sebesar 40,2855g/mL sedangkan pada 72 jam sebesar 22,5788 g/mL.
Hasil IC50 terbaik dari penelitian ini diperoleh pada waktu maserasi 72 Jam yaitu dengan 22,5788 g/mL sudah dapat menghambat 50% DPPH sebagai sumber radikal.
dari tanaman Pithecellobium jiringa (kulit jengkol). Penelitian ini mengunakan metode DPPH (2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl) sehingga menghasilkan IC50 : pada 24 jam sebesar 51,1387g/mL, pada 48 jam
sebesar 40,2855g/mL sedangkan pada 72 jam sebesar 22,5788 g/mL.
Hasil IC50 terbaik dari penelitian ini diperoleh pada waktu maserasi 72 Jam yaitu dengan 22,5788 g/mL sudah dapat menghambat 50% DPPH sebagai sumber radikal.