Determinan Kejadian Campak Pada Anak Usia Balita Di Kota Bukittinggi
Categorie(s):
Jurnal nasional
Author(s):
Harisnal; Ediana, Dina
Advisor:
ISSN/ISBN:
eISSN/eISBN:
2477-6521
Volume:
Vol 4(1) Februari 2019 (162-170)
Keyword(s):
campak; imunisasi campak; ASI eksklusif; kepadatan hunian
DOI:
http://doi.org/10.22216/jen.v4i1.3326
Abstract :
Kejadian penyakit campak di Kota Bukittinggi mengalami peningkatan pada tahun 2016, yaitu 77
kasus, 40 kasus (51,9 %) diantaranya pada balita. Survei awal terhadap 10 sampel, didapatkan bahwa
40% mengalami kejadian campak, 50% tidak pernah melakukan imunisasi campak, 70% mengatakan
tidak memberikan ASI eksklusif saat bayi, Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia balita. Metode penelitian analitik dengan desain
case control. Populasi seluruh anak usia balita, menderita penyakit campak pada tahun 2016 sebanyak
40 orang. Sampel diambil secara total sampling, dan sampel kontrol diambil secara matching. Data
dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, dan data diolah secara komputerisasi
dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 66,7 % sampel merupakan kelompok
kontrol, (66,7 %), imunisasi campak, 73,3 %, ASI eksklusif , dan 57,5 % memiliki rumah padat
penghuni.Hasil bivariat, adanya hubungan antara status imunisasi (p=0,000dan OR =10,7),
pemberian ASI eksklusif (p=0,034dan OR =2,667) dan kepadatan hunian (p=0,003dan OR =3,807).
Disimpulkan faktor yang berhubungan dengan kejadian campak adalah status imunisasi, pemberian
ASI eksklusif dan kepadatan hunian.Perlu adanya penyuluhan tentang penyakit, berkesinambungan
dari petugas sehingga masyarakat lebih memahami serta menyadari tentang pentingnya upaya
pencegahan penyakit campak.
kasus, 40 kasus (51,9 %) diantaranya pada balita. Survei awal terhadap 10 sampel, didapatkan bahwa
40% mengalami kejadian campak, 50% tidak pernah melakukan imunisasi campak, 70% mengatakan
tidak memberikan ASI eksklusif saat bayi, Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia balita. Metode penelitian analitik dengan desain
case control. Populasi seluruh anak usia balita, menderita penyakit campak pada tahun 2016 sebanyak
40 orang. Sampel diambil secara total sampling, dan sampel kontrol diambil secara matching. Data
dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, dan data diolah secara komputerisasi
dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 66,7 % sampel merupakan kelompok
kontrol, (66,7 %), imunisasi campak, 73,3 %, ASI eksklusif , dan 57,5 % memiliki rumah padat
penghuni.Hasil bivariat, adanya hubungan antara status imunisasi (p=0,000dan OR =10,7),
pemberian ASI eksklusif (p=0,034dan OR =2,667) dan kepadatan hunian (p=0,003dan OR =3,807).
Disimpulkan faktor yang berhubungan dengan kejadian campak adalah status imunisasi, pemberian
ASI eksklusif dan kepadatan hunian.Perlu adanya penyuluhan tentang penyakit, berkesinambungan
dari petugas sehingga masyarakat lebih memahami serta menyadari tentang pentingnya upaya
pencegahan penyakit campak.