Pemberian Infra Red, Stripping Dan Stretching Terhadap Nyeri Tension Headache Di Puskesmas Tapus
Categorie(s):
Jurnal nasional
Author(s):
Yanti, Cici Apriza; Taqwani, Redita
Advisor:
ISSN/ISBN:
eISSN/eISBN:
Volume:
3(1) Februari 2018 (177-183)
Keyword(s):
Infra Red, Stripping, Stretching dan Tension Headache
DOI:
Abstract :
Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Lebih dari 90% pasien yang berkonsultasi ke
dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nyeri tekan dan gerak setelah pemberian
Infra Red, Stripping, dan Stretching terhadap nyeri pada kasus tension headache di Puskesmas Tapus
Kabupaten Pasaman tahun 2016. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan
post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien tension headache di Puskesmas Tapus pada
bulan Juni sampai Juli tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling
sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar
observasi intensitas nyeri akibat tension headache. Analisis data dilakukan secara komputerisasi
menggunakan analisis non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 5,60 menurun menjadi 4,78 setelah intervensi dan rata-rata
intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 6,10 menurun menjadi 5,27 setelah intervensi. Hasil analisis
statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri gerak (p=0,005) dan nyeri tekan (p=0,005)
sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR),
Stripping, dan Stretching efektif terhadap penurunan intensitas nyeri akibat tension headache.
Diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat tension headache untuk dapat selalu aktif dan
disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri.
dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nyeri tekan dan gerak setelah pemberian
Infra Red, Stripping, dan Stretching terhadap nyeri pada kasus tension headache di Puskesmas Tapus
Kabupaten Pasaman tahun 2016. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan
post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien tension headache di Puskesmas Tapus pada
bulan Juni sampai Juli tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling
sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar
observasi intensitas nyeri akibat tension headache. Analisis data dilakukan secara komputerisasi
menggunakan analisis non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 5,60 menurun menjadi 4,78 setelah intervensi dan rata-rata
intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 6,10 menurun menjadi 5,27 setelah intervensi. Hasil analisis
statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri gerak (p=0,005) dan nyeri tekan (p=0,005)
sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR),
Stripping, dan Stretching efektif terhadap penurunan intensitas nyeri akibat tension headache.
Diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat tension headache untuk dapat selalu aktif dan
disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri.